Liputan6.com, Jakarta Film Rambo: Last Blood tayang di bioskop mulai Rabu (18/9/2019). Karya sineas Adrian Grunberg ini menempatkan Sylvester Stallone sebagai pemeran utama. Dalam Rambo: Last Blood, Sylvester Stallone memerankan John Rambo yang menghadapi fakta pahit.
Keponakannya, Gabrielle (Yvette Monreal) berupaya menemui ayah kandungnya di Meksiko. Di sana, ia terjebak sindikat pelacuran. John Rambo pun berupaya menyelamatkannya.
Advertisement
Bagi yang berencana menonton Rambo: Last Blood pekan ini, berikut lima fakta menariknya yang kami rangkum dari berbagai sumber.
1. Tudingan Berkonten Politik
Rambo: Last Blood menampilkan adegan John Rambo ke Meksiko mencari keponakan yang diculik kartel narkoba dan sindikat pelacuran. Beberapa bulan lalu, suhu politik AS dan Meksiko sempat panas karena kebijakan perbatasan. Sylvester Stallone membantah Rambo: Last Blood sebagai pernyataan politiknya.
“(Rambo) tak pernah berarti pernyataan politik, ia menjadi seorang tokoh yang memiliki kehidupannya sendiri,” kata Sylvester Stallone kepada Variety, Mei 2019. Ia menambahkan, “Saya ateis politik, juga bukan tunggangan politik dan tak pernah ingin menjadi demikian. Saya hanya berpikir Rambo Last Blood cerita menarik tentang keterasingan.”
2. Rambo dan Homefront
Sepintas tema film Rambo: Last Blood mengingatkan publik pada Taken yang membuat karier Liam Nesson meroket. Faktanya, alur cerita film ini sebenarnya akan digunakan untuk film Rambo (2008) dan Homefront (2013) yang dibintangi Jason Statham.
Di tengah jalan, Rambo 2008 dan Homefront merevisi alur cerita. Sepuluh tahun kemudian Rambo: Last Blood digagas dengan cerita yang sekarang. Rambo: Last Blood film pertama di mana sosok Rambo tidak tampil dengan rambut gondrong.
3. Isu Rambo Terakhir
Dalam sebuah wawancara dengan media, Sylvester Stallone pernah memberikan pernyataan Rambo: Last Blood akan jadi jilid terakhir. Aktor kelahiran 6 Juli 1946 ini beralasan, Rambo: Last Blood mengisahkan John Rambo yang akhirnya menemukan yang selama ini ia cari yakni kedamaian.