3 Pemain Bola ini Lolos dari Kecelakaan Maut, Salah Satunya Cristiano Ronaldo

Sebuah kecelakaan mengerikan pernah dialami Cristiano Ronaldo saat masih bersama Manchester United.

oleh Cakrayuri NuralamDiperbarui 09 Januari 2021, 22:42 WIB
Keluarga dan kerabat menyambut kedatangan jenazah pesepak bola Nantes, Emiliano Sala, saat tiba di Club Atletico, Santa Fe, Sabtu (16/2). Emiliano Sala meninggal dunia setelah kecelakaan pesawat. (AFP/Juan Mabromata)

Liputan6.com, Jakarta - Pada 21 Januari 2019, dunia sepak bola berduka. Pemain yang baru didatangkan Cardiff City, Emiliano Sala mengalami kecelakaan pesawat.

Emiliano Sala meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat jenis Piper Malibu saat menuju Cardiff City. Jenazah mantan pemain Nantes itu ditemukan di dasar Selat Inggris.

Jenazah Emiliano Sala ditemukan pada 7 Februari, di antara puing-puing pesawat. Kepergian pemain asal Argentina itu membuat Nantes mempesiunkan nomor 9 yang dipakai Sala saat memperkuat tim asal Prancis tersebut.

Insiden Sala ini membuat beberapa pemain Argentina, seperi Lionel Messi, Gonzalo Higuain, hingga Sergio Aguero, tergerak untuk membantu proses pencarian. Pasalnya, sebelum jenazahnya ditemukan, kepolisian Inggris sempat menghentikan proses pencarian karena masalah biaya.

Berbeda dengan Emiliano Sala, tiga pemain lainnya malah lolos dari kecelakaan maut. Siapa saja? Simak di halaman selanjutnya.

 


Cristiano Ronaldo

Mobil yang ditumpangi Cristiano Ronaldo saat mengalami kecelakaan di Manchester (England,/ANDREW YATES)

Saat masih di Manchester United, tepatnya pada Januari 2019, Cristiano Ronaldo sempat mengalami kecelakaan yang mengerikan. Ketika itu, Ronaldo yang mengendarai Ferrari menabrak dinding terowongan di dekat bandara Manchester.

Bagian depan mobil yang ditumpangi Cristiano Ronaldo hancur berat. Salah satu roda mobilnya sempat melayang jauh dari tempat kejadian perkara.

Seorang saksi mata, Jody Lomax, yang sedang berkendara di belakang mobil Ronaldo menceritakan sekelumit kejadian tersebut. “Ferrari itu meluncur lurus ke dinding (terowongan), roda kiri depannya lepas, dan kemudian Ronaldo keluar dari mobil,” ujar Lomax seperti dikutip BBC.

“Saya terkejut. Kendati demikian, ia (Ronaldo) baik-baik saja, ia dapat berjalan. Ia hanya sedikit terguncang,” imbuhnya.

Setelah keluar dari mobil, Ronaldo dikabarkan dapat memberi informasi tentang kejadian yang baru saja terjadi, pada pihak kepolisian. Setelah itu, ia langsung pergi ke markas latihan MU di Carrington, untuk melakoni latihan rutin.

 


Sir Bobby Charlton

Tragedi Munchen. (dok manutd)

Pada 6 Februari 1958, Manchester United menumpangi pesawat British European Airways dengan nomor penerbangan 609. Pesawat itu sedang transit di Munchen untuk mengisi bahan bakar.

Pesawat tersebut sempat mencoba lepas landas sebanyak dua kali, tapi gagal karena lintasan dipenuhi salju. Para pemain, penumpang, dan staf klub diminta kembali ke dalam ruang tunggu Bandara. Bahkan mereka ditawarkan untuk menginap semalam.Namun, MU dikejar waktu. Mereka butuh kembali ke Inggris secepat mungkin karena pertandingan melawan Wolverhampton Wanderers sudah menunggu.

Lanjut Baca:

Kapten pesawat, James Thain tetap memutuskan untuk terbang saat itu juga. Namun yang terjadi, pesawat tergelincir keluar lintasan. Badan pesawat terbelah dan terbakar. Tercatat, 20 dari 44 orang di pesawat tewas dalam kecelakaan. Sebanyak delapan pemain dan tiga staff MU langsung meninggal dunia atas kejadian tersebut. Bobby Charlon, pemain MU yang selamat dari kecelakaan tersebut mengaku tidak ingat apa yang terjadi dalam pesawat. "Saya tak tahu saya ada di mana. Saya masih duduk di kursi, yang entah bagaimana bisa berada di luar pesawat. Setelahnya, saya melihat Harry Gregg dan Bill Foulkes. Mereka bilang, saya tak sadarkan diri selama seperempat jam. Waktu itu, mereka masih keluar-masuk pesawat untuk menyelamatkan yang lainnya," ucap Sir Bobby. "Yang mereka lakukan amatlah berani. Pesawat terbakar dan terbelah dua. Kita berutang banyak kepada keduanya," ujarnya melanjutkan. Hari itu, Charlton memakai coat. Dia sempat menanggalkannya, tapi setelah dua kali gagal lepas landas, ia memutuskan untuk memakai coat itu lagi. Alasannya sederhana: ia tidak mau harus mengambil coat itu lagi dan mengenakannya hanya untuk berjalan masuk ke ruang tunggu lagi. "Setelah pesawat kecelakaan, saya melihat Matt Busby di dekat saya. Saya kemudian menaruh coat saya di bawahnya. Jelas dia terluka parah," kata Charlton.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya