Liputan6.com, Washington: Perusahaan penerbangan luar angkasa swasta SpaceX akan mencoba meluncurkan roket Falcon dan kapsul tanpa awak Dragon ke Stasiun Luar Angkasa Internasional pada Selasa pagi (22/5) waktu setempat. Hal itu juga sudah dikonfirmasi oleh badan antariksa AS NASA, menyusul pembatalan peluncuran pada Sabtu lalu.
"SpaceX telah mengkonfirmasi bahwa roketnya akan diluncurkan Selasa, 22 Mei, pada pukul 3:44 pagi waktu setempat," kata NASA dalam sebuah pernyataan resminya.
Uji terbang ini pada awalnya dijadwalkan sejak 30 April lalu, tetapi tertunda beberapa kali karena masalah teknis dan pemeriksaan terakhir dari perangkat lunak penerbangan pesawat ruang angkasa itu. Upaya peluncuran terbaru dijadwalkan pada Sabtu lalu, namun kembali dibatalkan ketika komputer mendeteksi tekanan tinggi di mesin pusat dari Falcon 9.
Tim ahli mesin SpaceX akhirnya menemukan akar penyebab masalah Sabtu lalu, yakni katup yang rusak dan perbaikan baru akan diselesaikan pada Ahad kemarin [baca: Pesawat Ruang Angkasa Swasta Batal Diluncurkan]. Jika semua berjalan lancar, pesawat ini akan menjadi yang pertama dioperasikan oleh perusahaan swasta, bukan milik pemerintah, dan siap memasok stasiun ruang angkasa.
NASA memang mencari sektor swasta, di era post-shuttle, untuk mendapatkan astronot Amerika meluncurkan kembali ke luar angkasa dari wilayah AS. Sekitar empat atau lima tahun kedepan, SpaceX atau operator swasta lainnya diperkirakan mampu menerbangkan astronot. (JAY/MEL)
"SpaceX telah mengkonfirmasi bahwa roketnya akan diluncurkan Selasa, 22 Mei, pada pukul 3:44 pagi waktu setempat," kata NASA dalam sebuah pernyataan resminya.
Uji terbang ini pada awalnya dijadwalkan sejak 30 April lalu, tetapi tertunda beberapa kali karena masalah teknis dan pemeriksaan terakhir dari perangkat lunak penerbangan pesawat ruang angkasa itu. Upaya peluncuran terbaru dijadwalkan pada Sabtu lalu, namun kembali dibatalkan ketika komputer mendeteksi tekanan tinggi di mesin pusat dari Falcon 9.
Tim ahli mesin SpaceX akhirnya menemukan akar penyebab masalah Sabtu lalu, yakni katup yang rusak dan perbaikan baru akan diselesaikan pada Ahad kemarin [baca: Pesawat Ruang Angkasa Swasta Batal Diluncurkan]. Jika semua berjalan lancar, pesawat ini akan menjadi yang pertama dioperasikan oleh perusahaan swasta, bukan milik pemerintah, dan siap memasok stasiun ruang angkasa.
NASA memang mencari sektor swasta, di era post-shuttle, untuk mendapatkan astronot Amerika meluncurkan kembali ke luar angkasa dari wilayah AS. Sekitar empat atau lima tahun kedepan, SpaceX atau operator swasta lainnya diperkirakan mampu menerbangkan astronot. (JAY/MEL)