Djarot Ungkap Hubungan dengan Prabowo Usai Pilkada DKI

Djarot Saiful Hidayat membantah PDIP dengan Ketum Gerindra Prabowo Subianto memiliki hubungan merenggang karena menjadi oposisi.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 09 Agustus 2019, 18:27 WIB
Ahok bersama Djarot saat konferensi pers terkait hasil hitung cepat Pilkada DKI 2017, Jakarta, Rabu (14/4). Ahok berjanji akan melunasi janji-janjinya selama menjabat sebelum lepas jabatan Oktober 2017. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat membantah PDIP dengan Ketum Gerindra Prabowo Subianto memiliki hubungan merenggang karena menjadi oposisi. Djarot mengatakan, Prabowo adalah nasionalis, sehingga tidak ada hubungan mengeras dengan PDIP.

"Saya yakin sejak masa lalu pak Prabowo memang begitu, seorang nasionalis, bukan mengeras," ujar Djarot di sela Kongres V PDIP di Hotel Grand Inna Beach, Jumat (9/8).

Djarot menceritakan, dia dan Prabowo saling berangkulan. Padahal, Djarot pernah tempur habis-habisan melawan Anies-Sandi yang diusung Prabowo di Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Kita ingat betul kalau ketemu saya, rangkul suka banget dia. Walaupun kita tempur habis-habisan di DKI, ya. Selesai. Tidak masalah," jelasnya.

Djarot mengakui, dalam pertemuan Prabowo dengan Presiden Joko Widodo dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, ada peran banyak pihak. Salah satunya ada Budi Gunawan. Kepala BIN itu kembali terlihat hadir saat Prabowo menghadiri Kongres V PDIP.

"Semuanya berperan. Warga bangsa, Pak BG terutama ikut berperan. Iya kan mewakili lembaga negara. Diundang juga," ucapnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya