Staf PT INTI Taswin Nur bersiap menjalani pemeriksaan perdana setelah terjaring OTT di gedung KPK, Jakarta, Kamis (8/8/2019). Taswin Nur diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan pekerjaan Baggage Handling System (BHS) di PT Angkasa Pura Properti. (merdeka.com/Dwi Narwoko)
Staf PT INTI Taswin Nur (kanan) tiba untuk menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (8/8/2019). Taswin Ndiperiksa perdana oleh KPK pascapenahanan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan pekerjaan Baggage Handling System (BHS) di PT Angkasa Pura Properti. (merdeka.com/Dwi Narwoko)
Staf PT INTI Taswin Nur bersiap menjalani pemeriksaan perdana setelah terjaring OTT di gedung KPK, Jakarta, Kamis (8/8/2019). Taswin Nur diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan pekerjaan Baggage Handling System (BHS) di PT Angkasa Pura Properti. (merdeka.com/Dwi Narwoko)
Staf PT INTI Taswin Nur (kanan) tiba untuk menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (8/8/2019). Taswin Ndiperiksa perdana oleh KPK pascapenahanan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan pekerjaan Baggage Handling System (BHS) di PT Angkasa Pura Properti. (merdeka.com/Dwi Narwoko)
Staf PT INTI Taswin Nur (kanan) bersiap menjalani pemeriksaan perdana setelah terjaring OTT di gedung KPK, Jakarta, Kamis (8/8/2019). Taswin Nur diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan pekerjaan Baggage Handling System (BHS) di PT Angkasa Pura Properti. (merdeka.com/Dwi Narwoko)
Staf PT INTI Taswin Nur (kanan) tiba untuk menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (8/8/2019). Taswin Ndiperiksa perdana oleh KPK pascapenahanan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan pekerjaan Baggage Handling System (BHS) di PT Angkasa Pura Properti. (merdeka.com/Dwi Narwoko)