Jakarta Drama menguras emosi bak sinetron lagi-lagi di perhelatan sepak bola Tanah Air. PSSI memutuskan laga final leg kedua Piala Indonesia PSM Makassar Vs Persija Jakarta di Stadion Andi Mattalatta, Mattoanging, Makassar, pada Minggu (28/7/2019) diundur.
Pertemuan kedua tim terpaksa ditunda PSSI karena bus Persija Jakarta diserang oleh oknum di stadion sehari sebelum laga. Pihak-pihak terkait sudah berusaha mencoba melobi tim Persija untuk tetap bertanding, namun gagal.
Advertisement
PSSI belakangan juga memutuskan final leg kedua antara PSM vs Persija dijadwal ulang pada 6 Agustus 2019. Lokasi pertandingan ini ditetapkan di Stadion Andi Mattalatta.
Kepastian ini tertuang lewat surat PSSI yang ditandatangani Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria pada 29 Juli 2019. Surat ini ditujukan kepada manajemen klub PSM Makassar dan Persija Jakarta.
"Bersama ini disampaikan penetapan jadwal pertandingan final Piala Indonesia 2018/2019 leg kedua antara PSM melawan Persija Jakarta akan digelar pada 6 Agustus," demikian bunyi surat tersebut.
"Selanjutnya dimohon kepada Manajemen Klub PSM Makassar selaku tuan rumah penyelenggara pertandingan dapat mempersiapkan segala sesuatu terkait persiapan dan pelaksanaan pertandingan tersebut. Demikian hal ini disampaikan, atas perhatiannya diucapkan terima kasih," kata Tisha.
Kasus penundaan ini menambah daftar hitam di perhelatan sepak bola nasional. Seringkali sebuah pertandingan batal digelar secara mendadak karena kasus kerusuhan suporter dan faktor-faktor nonteknis yang memanaskan tensi persaingan.
Bola.com merangkum enam kasus batal bertanding di Indonesia. Apa-apa saja dan apa dampaknya?
Persebaya di Liga Indonesia 2005
Persebaya Surabaya menggemparkan sepak bola nasional saat memutuskan Walk Out ketika bersua Persija di babak 8 besar Liga Indonesia 2005 pada 21 September 2005. Manajer Tim Bajul Ijo, H. Susanto (almarhum), jadi aktor utama di balik kasus balik badan tim yang kala itu berstatus sebagai juara bertahan kompetisi kasta elite.
Saat itu, Persebaya menempati urutan buncit Grup Barat, dengan hasil sekali imbang 2-2 (vs PSM) sekali kalah 0-1 (vs PSIS). Peluang Cristian Carrasco dkk. lolos ke partai puncak amat tipis.