Liputan6.com, Jakarta - Manchester United (MU) dalam tren bagus di turnamen pramusim International Champions Cup (ICC) 2019. MU berhasil menang dua kali yaitu 1-0 lawan Inter Milan dan 2-1 atas Tottenham Hotspur.
Kegemilangan di dua pertandingan ini membuka kans MU untuk jadi juara di ICC 2019.Turnamen pramusim ini begitu menggoda bagi klub-klub besar dunia untuk lakukan promosi.
Advertisement
Ini sekaligus menjadi pemanasan untuk mengencangkan kembali otot-otot kaki pemain yang boleh jadi sudah kendor karena liburan. Pramusim seperti ICC juga membawa kembali pemain ke atmosfer kompetisi.
Apalagi turnamen ICC diikuti tim-tim besar. Bagi klub Eropa, turnamen ini bak "Liga Champions" kecil saja karena bertaburnya klub besar yang ikut.
Jadi juara memang bukan sebuah keharusan di turnamen ICC. Pelatih MU, Ole Gunnar Solskjaer juga paham dengan ini. Meraih gelar juara ICC 2019 tentu jadi bonus menggembirakan jelang musim bergulir.
Meski begitu, ini tentu bukan target yang ingin dicapai. Dia hanya ingin melihat timnya siap tanpa kekurangan apapun saat menjalani musim kompetisi resmi mulai 11 Agustus.
Dari empat laga pramusim tersebut, manajer MU, Ole Gunnar Solskjaer memainkan formasi 4-2-3-1. Dia selalu menempatkan Marcus Rashford atau Anthony Martial sebagai target man.
Kendati selalu meraih kemenangan di empat laga pramusim, Solskjaer melihat Paul Pogba dan kawan-kawan belum terlalu sempurna menjalankan pola permainan yang diinginkan.
"Tujuan kami sudah jelas yaitu membuat tim ini bugar dan membuat semua pemain sudah cocok untuk menghadapi 11 Agustus (laga melawan Chelsea). Setelah itu, ada jeda internasional. Pada momen itulah permainan akan meningkat intensitasnya," kata Solskjaer, dikutip dari situs resmi klub.