Amien Rais: Kita Beri Kesempatan Jokowi Memimpin 5 Tahun Mendatang, Kita Awasi

Amien Rais menganggap, keberadaan kelompok oposisi dalam sistem ketatanegaraan sangat diperlukan.

oleh Putu Merta Surya PutraDiterbitkan 15 Juli 2019, 18:02 WIB
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais. (Merdeka.com/Dwi Narwoko)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais berharap pertemuan antara capres terpilih Jokowi dengan Prabowo Subianto tidak mematikan kubu oposisi. 

Amien menganggap, keberadaan kelompok oposisi dalam sistem ketatanegaraan sangat diperlukan. Kaum oposan bagi Amien Rais, merupakan bagian dari demokrasi yang tidak terpisahkan.

"Demokrasi tanpa oposisi, itu demokrasi bohong-bohongan. Demokrasi itu ada check and balance. eksekutif melangkah dengan macam-macam langkah, lantas yang mengecek dan balance itu namanya parlemen. Kalau parlemen sebagian besar sudah jadi tukang cap stampel atau juru bicaranya eksekutif, itu artinya lonceng kematian demokrasi," ucap Amien di DPP PAN, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Amien menilai peran oposisi tidak dikesampingkan. Oposisi kata Amien, mencegah sebuah negara menjadi terkesan otoriter.

"Kalau ada sesuatu yang kurang bagus, enggak ada opisisi. Sehingga demokrasi lama-lama akan berubah jadi yang otokrasi, jadi sistem yang otoriter," kata dia.

Amien pun menyerukan untuk menjaga persatuan bangsa. Dia mengatakan akan mengawasi pemerintahan Jokowi-Ma’ruf selama lima tahun mendatang.

"Teruskan merajut merah putih, teruskan bangsa ini bersatu, jangan sampai pecah. Tapi soal kekuasaan, berikan kesempatan yang utuh kepada Pak Jokowi-Ma'ruf Amin dengan nanti 5 tahun. Kita awasi dan itulah produk indah demokrasi," ujar Amien.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Pertemuan Jokowi-Prabowo

Presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi (kanan) bersalaman dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu (13/7/2019). Prabowo mengatakan masyarakat tidak boleh lagi berseteru sebab Pilpres sudah lewat. (Liputan6.com/JohanTallo)

Terkait pertemuan Jokowi -Prabowo, Amien menilai hal tersebut sebagai sebuah hal yang wajar dalam demokrasi. Karena itu, publik tidak perlu heboh dan menganggap hal itu sebagai momen yang luar biasa.

"Kalau itu terjadi, kita nggak usah, seperti ada gempa bumi. Jadi yang seolah kursi suatu yang hebat itu saya kira belum paham kehidupan. Saya mendukung rangkulan bersama antara semua tokoh yang tadi berhadapan,” ucap mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) itu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya