Liputan6.com, Bogor: Tim Evakuasi Gabungan TNI-Polri dan Badan SAR Nasional (Basarnas) menemukan beberapa alat komunikasi pesawat Sukhoi SuperJet 100 yang jatuh di lereng Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat.
Hal ini disampaikan Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Tatang Kurniadi, Kepala Basarnas, tim gabungan evakuasi Indonesia dan Rusia dalam jumnpa pers di lapangan helipad di Desa Pasir Pogor, Cijeruk, Bogor, Senin (14/5).
Reporter SCTV Desa Apridini melaporkan tim evakuasi menemukan alat Emergency Locator Transmitter (ELT) pesawat Sukhoi SuperJet 100 yang berfungsi sebagai pelempar sinyal. Alat ini sejatinya akan berbunyi, terutama jika pesawat dalam keadaan darurat. Misalnya, alat ini saat pesawat mulai mendekati tebing di lereng Gunung Salak. Selain itu ditemukan pula alat Global Positioning System (GPS) dan dua kotak alat komunikasi lainnya.
Kendati demikian, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Daryatmo menyatakan yang terdeteksi dan ditemukan oleh tim evakuasi Ahad kemarin bukanlah black box atau kotak hitam dari pesawat nahas tersebut. Hanya saja, imbuh dia, temuan alat komunikasi ini bisa membantu penyebab jatuh pesawat asal Rusia tersebut.
"Tim kami masih bekerja sama untuk melanjutkan pencarian black box pesawat yang hingga kini belum ditemukan," jelas Daryatmo.
Sementara itu, tim evakuasi juga dilaporkan telah mencapai posisi ekor pesawat yang berada di dasar jurang sedalam 500 meter dari lokasi kejadian. Kemungkinan, keberadaan black box tersebut tak jauh dari lokasi temuan ekor pesawat.(ADI/ANS)
Hal ini disampaikan Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Tatang Kurniadi, Kepala Basarnas, tim gabungan evakuasi Indonesia dan Rusia dalam jumnpa pers di lapangan helipad di Desa Pasir Pogor, Cijeruk, Bogor, Senin (14/5).
Reporter SCTV Desa Apridini melaporkan tim evakuasi menemukan alat Emergency Locator Transmitter (ELT) pesawat Sukhoi SuperJet 100 yang berfungsi sebagai pelempar sinyal. Alat ini sejatinya akan berbunyi, terutama jika pesawat dalam keadaan darurat. Misalnya, alat ini saat pesawat mulai mendekati tebing di lereng Gunung Salak. Selain itu ditemukan pula alat Global Positioning System (GPS) dan dua kotak alat komunikasi lainnya.
Kendati demikian, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Daryatmo menyatakan yang terdeteksi dan ditemukan oleh tim evakuasi Ahad kemarin bukanlah black box atau kotak hitam dari pesawat nahas tersebut. Hanya saja, imbuh dia, temuan alat komunikasi ini bisa membantu penyebab jatuh pesawat asal Rusia tersebut.
"Tim kami masih bekerja sama untuk melanjutkan pencarian black box pesawat yang hingga kini belum ditemukan," jelas Daryatmo.
Sementara itu, tim evakuasi juga dilaporkan telah mencapai posisi ekor pesawat yang berada di dasar jurang sedalam 500 meter dari lokasi kejadian. Kemungkinan, keberadaan black box tersebut tak jauh dari lokasi temuan ekor pesawat.(ADI/ANS)