10 Manuver Kontroversial Bintang Sepak Bola di Bursa Transfer

Para pemain ini berganti seragam pada bursa transfer. Padahal sebelumnya mereka berniat bertahan.

oleh Yus Mei SawitriDiterbitkan 13 Juli 2019, 06:30 WIB
Arturo Vidal (kiri atas), Alan Smith (kanan atas), dan Thierry Henry pindah pada bursa transfer meski sebelumnya menyatakan bertahan. (AP/AFP)

Jakarta - Bursa transfer jadi konsumsi pecinta sepak bola ketika kompetisi jeda. Periode ini kerap diwarnai kabar bombastis dari pemain, klub, serta agen. 

Pada musim panas ini, bahasan panas bursa transfer tertuju kepada beberapa bintang, seperti Paul Pogba (Manchester United), Neymar (Paris Saint-Germain), Matthijs De Ligt (Ajax Amsterdam), Antoine Griezmann (Atletico Madrid), hingga Mauro Icardi (Inter Milan). 

Tak sedikit kontroversi muncul sepanjang bursa pemain. Ada kalanya kontroversial tersebut datang langsung dari pemain, pihak klub, atau klaim dari media yang menggunakan sumber yang terpercaya. 

Sepanjang sejarah transfer muncul beberapa momen menarik yang sulit diabaikan begitu saja. Pemain mungkin harus belajar berkomentar tentang masa depan dirinya. 

Sejarah membuktikan sejumlah pemain harus menelan sendiri ucapannya di bursa transfer setelah berselang beberapa saat. Kisah menarik seperti ini pernah menimpa beberapa pemain top seperti Thierry Henry, Alan Smith, Samuel Eto'o hingga Arturo Vidal. 

Berikut ini 10 pemain yang termakan ucapannya sendiri pada bursa transfer seperti dilansir Four Four Two:


Gael Clichy 

Gael Clichy saat membela Manchester City pada laga Liga Champions melawan Paris Saint-Germain di Parc des Princes Stadium, Paris, (06/4/2016). (EPA/Guillaume Horcajuelo)

Mantan bek kiri Arsenal tersebut terkejut melihat beberapa rekan setimnya seperti Kolo Toure dan Emmanuel Adebayor, bergabung ke Manchester City pada musim panas 2009. Dia merasa terganggu. Clichy bahkan pernah mengatakah hanya pemain yang haus uang yang hijrah ke Etihad Stadium. 

"Saya benar-benar yakin, jika Anda pemain yang hanya berpikir tentang uang, maka Anda akan berakhir di Manchester City," kata Clichy.

"Anda harus berpikir apakah ingin bermain untuk klub besar dan menjaga citra, atau apakah ingin bermain untuk klub bagus dan mendapat uang besar. Jika Anda bertanya kepada seseorang untuk kepindahan demi sesuatu seperti 300 ribu pounds (Rp 5,2 miliar) per pekan, itu benar-benar gila," sambung dia. 

Anda tahu akhir dari semua ini: Clichy gabung City dua tahun berselang dan berhasil memenangi Premier League. Cukup adil.  


Samuel Eto'o

Samuel Eto'o. (AFP/Lluis Gene)

Menyusul duel kontroversial di babak 16 besar Liga Champions antara Barcelona dan Chelsea pada 2005, Eto'o tak menutupi perasaannya tentang bos The Blues, Jose Mourinho. 

Lanjut Baca:

"Tak mungkin saya akan gabung ke tim yang dilatih Mourinho. Dia merusak segalanya dengan kelakuannya pada dua laga antara dua tim ini," kata Eto'o.   Sebelum pertandingan kedua tim, dia bahkan sempat berkomentar pedas. "Saya lebih memilih menjual kacang tanah di desa saya ketimbang bermain untuk tim yang menyedihkan seperti Chelsea." Eto'o kemudian membuka konfrontasi dengan Mourinho. Dia mengatakan tahu Mourinho merupakan sosok yang hebat dan juga pelatih luar biasa, tapi kenyataannya tidak seperti itu.  Empat tahun berselang Eto'o harus menelan semua ucapannya. Eto'o direkrut Mourinho untuk gabung ke Inter Milan pada 2009, kemudian memenangi treble yang bersejarah pada musim pertamanya. Dia juga kembali mengikuti Mourinho dengan merapat ke Chelsea pada 2013. 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya