Liputan6.com, Jakarta: Kru liputan Trans TV berduka dengan nasib yang menimpa rekan mereka, Juru kamera Aditya Sukardy alias Adit, yang ikut penerbangan pesawat Sukhoi bersama rekannya Ismie. Di mata rekan-rekannya, Adit selama ini dikenal sebagai sosok berprestasi dan bertanggungjawab. Adit juga dikenal tegas dalam mengambil tindakan. "Dia sangat bertanggung jawab," ujar Dito sesama juru kamera Trans TV.
Sementara Reni Riswanda, rekan reporter yang pernah beberapa kali melakukan liputan bersama Adit mengatakan, Adit yang berperawakan tinggi dan besar itu selalu mengutamakan keselamatan reporternya dan orang lain, jika situasi di tempat liputan sudah tidak aman.
"Kalau liputan, kira-kira situasi tidak aman dia menyuruh kita mundur dan dia sendiri saja yang maju," kata Reni, saat dijumpai di Gedung Trans TV, Jalan Tendean, Jakarta, Kamis (10/5).
Reni menceritakan, meski tergolong kameraman senior, Adit tidak pernah menunjukkan keseniorannya. Justru, pria yang sudah bergabung di Trans TV sejak April 2006 itu selalu membimbing rekan-rekan reporter lainnya dalam menjalankan tugas liputan.
Menurut Reni, dipilihnya Adit untuk ikut dalam penerbangan pesawat Sukhoi Superjet 100 karena prestasinya dalam pengambilan gambar yang baik. Diharapkan, Trans TV mendapat gambar yang baik dari penerbangan perkenalan pesawat buatan Rusia itu.
"Dia kameraman yang gambarnya sering dipuji. Kita harapkan, kita dapat gambar yang bagus-bagus," kata Reni yang terakhir kali bertemu Adit pada Senin malam kemarin, ketika bermain futsal di kantor.
Kini rekan-rekan Adit dan Ismei tengah cemas menunggu upaya evakuasi dari lokasi yang diduga kuat tempat jatuhnya pesawat Sukhoi, Rabu sore. (mla)
Sementara Reni Riswanda, rekan reporter yang pernah beberapa kali melakukan liputan bersama Adit mengatakan, Adit yang berperawakan tinggi dan besar itu selalu mengutamakan keselamatan reporternya dan orang lain, jika situasi di tempat liputan sudah tidak aman.
"Kalau liputan, kira-kira situasi tidak aman dia menyuruh kita mundur dan dia sendiri saja yang maju," kata Reni, saat dijumpai di Gedung Trans TV, Jalan Tendean, Jakarta, Kamis (10/5).
Reni menceritakan, meski tergolong kameraman senior, Adit tidak pernah menunjukkan keseniorannya. Justru, pria yang sudah bergabung di Trans TV sejak April 2006 itu selalu membimbing rekan-rekan reporter lainnya dalam menjalankan tugas liputan.
Menurut Reni, dipilihnya Adit untuk ikut dalam penerbangan pesawat Sukhoi Superjet 100 karena prestasinya dalam pengambilan gambar yang baik. Diharapkan, Trans TV mendapat gambar yang baik dari penerbangan perkenalan pesawat buatan Rusia itu.
"Dia kameraman yang gambarnya sering dipuji. Kita harapkan, kita dapat gambar yang bagus-bagus," kata Reni yang terakhir kali bertemu Adit pada Senin malam kemarin, ketika bermain futsal di kantor.
Kini rekan-rekan Adit dan Ismei tengah cemas menunggu upaya evakuasi dari lokasi yang diduga kuat tempat jatuhnya pesawat Sukhoi, Rabu sore. (mla)