Empat Korban Ledakan Terpaksa Tak Ikut UN

Sejumlah korban ledakan kios bensin di Batusangkar, Sumatra Barat, adalah anak-anak murid kelas enam sekolah dasar yang dalam masa ujian nasional.

oleh Liputan6Diterbitkan 08 Mei 2012, 17:08 WIB
Liputan6.com, Batusangkar: Sejumlah korban ledakan kios bensin di Batusangkar, Sumatra Barat, adalah anak-anak murid kelas enam sekolah dasar yang dalam masa ujian nasional. Mereka terpaksa tidak mengikuti ujian akibat luka bakar yang dideritanya cukup parah.

Empat bocah yang duduk di kelas enam sekolah dasar saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Ali Hanafiah Batusangkar. Dua di antaranya mengalami luka bakar hampir 60 persen di seluruh tubuhnya hingga wajah. Dua lagi terbakar di bagian kaki serta tangannya.

Hadid yang mengalami luka bakar di tangan dan kakinya tidak bisa ikut ujian karena harus dirawat. Orangtua Hadid hanya bisa berharap ada ujian susulan bagi anaknya setelah sembuh. Kepala Dinas Pendidikan Tanahdatar merencanakan ujian susulan bagi para korban.

Sementara itu polisi belum menetapkan tersangka kasus ledakan kios bensin ini. Sejumlah saksi termasuk pemilik kios bensin masih dalam pemeriksaan. Pihak kepolisian belum dapat memeriksa petugas pemadam kebakaran karena kondisinya masih dalam perawatan medis.

Siang tadi, tim identifikasi Polda Sumbar melakukan pemeriksaan mobil pemadam yang meledak. Mobil meledak akibat terkena
rembesan bensin dari kios yang terbakar. Selain mobil yang hancur, tujuh petugas termasuk kepala dinas pemadam kebakaran ikut menjadi korban.

Ledakan kios bensin terjadi Senin malam di Nagari Pagaruyung, Batusangkar. Dugaan sementara akibat kelalaian pemilik kios bensin yang menggunakan penerangan lilin saat menyalin bensin ke dalam tangki kios. Satu orang tewas dan 59 lainnya mengalami luka bakar.(JUM)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya