Liputan6.com, Jakarta Timnas Inggris baru bertemu Belanda pada semifinal UEFA Nations League, Jumat dini hari WIB (7/6/2019). Namun kericuhan yang melibatkan suporter Three Lions itu sudah pecah sehari sebelum laga. Akibat insiden ini, dua fans timnas Inggris luka karena terkenal lemparan botol.
Seperti dilansir The Sun, keributan berlangsung di zona suporter saat tuan rumah Portugal berhadapan dengan Swiss, Kamis dinihari WIB. Seperti dilansir The Sun, sekitar 150 pendukung timnas Inggris juga ikut menyaksikan pertandingan tersebut lewat layar raksasa.
Advertisement
Tidak lama setelah Cristiano Ronaldo mencetak gol lewat tendangan bebas, keributan yang melibatkan suporter timnas Portugal dan Inggris pecah. Botol-botol pun beterbangan.
Fans Inggris yang berada di lokasi menyalahkan pendukung Portugal yang memulai keributan dengan melemparkan botol ke arah suporter Inggris saat Ronaldo mencetak gol di babak I.
Polisi Swiss turun tangan menghentikan keributan dengan cara memisahkan kedua kelompok. Namun campu tangan polisi justru memicu keributan dengan suporter Timnas Inggris.
Keributan meluas hingga ke dekat stasiun Aliados di Liberdade Square. Polisi akhirnya menangkap dua orang yang dianggap sebagai provokator. Polisi juga terpaksa menggunakan semprotan merica dan ayunan tongkat untuk membubarkan para perusuh tersebut.
Salahkan Polisi Portugal
Sementara itu, sejumlah fans mengaku polisi bertindak berlebihan dengan menangkap suporter hanya karena satu lemparan botol ke udara. Namun polisi berkeras bahwa mereka sudah menjalankan prosedur dan menangkap orang-orang yang terlibat dalam keributan itu.
"Sebelum ceritanya melebar mengenai suporter Inggris yang menjadi hooligan...banyak orang berdiri santai sambil menonton. Satu botol bir melayang di udara yang langsung direspons dengan penangkapan oleh polisi Portugal dan pukulan membabi buta," tulis salah seorang pendukung timnas Inggris yang berada di lokasi kejadian lewat Twitter-nya.
"Menyaksikan langsung. Semprotan merica, tongkat kayu, dan kekuatan berlebihan digunakan. Untungnya grup kami telah melarikan diri dengan sedikit cedera, tapi @UEFAUERO @UEFA, lain kali kalau memilih kota penyelenggara pastikan mereka siap untuk jadi tuan rumah," katanya.