Liputan6.com, Jakarta Sejumlah 34 ribu aparat keamanan diterjunkan guna menjaga gedung KPU dan Bawaslu saat menghadapi aksi 22 Mei. Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal mengungkapkan bahwa para aparat yang ditugaskan tidak dibekali dengan senjata api.
Sebaliknya, mereka hanya dibekali senjata berupa peluru karet beserta gas air mata untuk meredam aksi massa yang ricuh di beberapa jalan. Namun, massa yang membuat kericuhan pada Rabu dini hari justru tertangkap membawa bom molotov, batu hingga petasan.
Advertisement
Hal inilah yang menyebabkan kondisi sekitar gedung Bawaslu berakhir porak poranda. Aksi anarkistis massa aksi 22 Mei menyebabkan kerusakan di sejumlah titik lokasi, di antaranya pusat perbelanjaan Sarinah, pos polisi di Jalan MH Thamrin dan Jalan Sabang hingga fasilitas umum.
Seperti diketahui, aksi 22 Mei memanas sejak Rabu dini hari, (22/5/2019). Ketika matahari terbit, massa terlihat lebih kondusif dari waktu sebelumnya. Namun, massa kembali mericuh saat malam menjelang.
Akibatnya, tak sedikit kendaraan yang dibakar habis oleh massa. Debu-debu sisa petasan dan kembang api terlihat memenuhi aspal. Bahkan, bebatuan tampak berserakan disertai sampah-sampah plastik yang dibawa oleh massa aksi 22 Mei.
Selengkapnya, berikut ini 7 potret sisa kericuhan aksi 22 Mei yang terjadi di sekitar gedung Bawaslu, seperti dihimpun Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (23/5/2019).