Liputan6.com, Jakarta: Presiden Megawati Sukarnoputri menganugerahkan Bintang Mahaputra kepada sejumlah peneliti yang telah berjasa dalam pengembangan ilmu pengetahuan di Tanah Air. Penganugerahan kali ini didominasi peneliti senior yang juga guru besar di bidangnya masing-masing. Penghargaan yang diberikan dalam rangka memperingati Hari Kemeredekaan ke-57 RI ini dilakukan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (15/8).
Di antara sederat nama yang mendapat penghargaan, di antaranya Profesor Doktor Teuku Yacob, Guru Besar Antropologi Universitas Gadjah Mada yang memperoleh Bintang Mahaputra Nararya. Sedangkan tiga guru besar lainnya, yakni Profesor Setiati D. Sastrapradja di bidang mikrobiologi, Profesor A.B. Lapian dan Doktor Thee Kian Wie memperoleh Bintang Jasa Utama. Selain itu, Sekretaris Jenderal MPR Umar Basalim juga memperoleh Bintang Jasa Nararya bersama Mohamad Kasim Moosa. Di bidang kesenian, pencipta lagu-lagu mars Amir Pasaribu memperoleh penghargaan Budaya Parama Dharma.(ORS/Imelda Sari dan Kurnia Supriatna)
Di antara sederat nama yang mendapat penghargaan, di antaranya Profesor Doktor Teuku Yacob, Guru Besar Antropologi Universitas Gadjah Mada yang memperoleh Bintang Mahaputra Nararya. Sedangkan tiga guru besar lainnya, yakni Profesor Setiati D. Sastrapradja di bidang mikrobiologi, Profesor A.B. Lapian dan Doktor Thee Kian Wie memperoleh Bintang Jasa Utama. Selain itu, Sekretaris Jenderal MPR Umar Basalim juga memperoleh Bintang Jasa Nararya bersama Mohamad Kasim Moosa. Di bidang kesenian, pencipta lagu-lagu mars Amir Pasaribu memperoleh penghargaan Budaya Parama Dharma.(ORS/Imelda Sari dan Kurnia Supriatna)