Seorang militer Kurdi Peshmerga berswafoto di sebelah bahan peledak dan barang-barang yang digunakan oleh militan Negara Islam (ISIS) di sebuah museum di Erbil, Irak, 12 Mei 2019. 'Museum ISIS' tersebut dibuka oleh militer Peshmerga. (REUTERS/Azad Lashkari)
Baju tempur, bendera, senjata, hingga pakaian untuk bom bunuh diri yang pernah digunakan ISIS di sebuah museum di Erbil, Irak, 12 Mei 2019. Museum itu memamerkan memorabilia perang dan benda-benda yang berhasil direbut dalam pertempuran dengan ISIS. (REUTERS/Azad Lashkari)
Tentara Kurdi Peshmerga melihat melihat-lihat mortir dan macam-macam bom yang digunakan oleh militan negara Islam (ISIS) di sebuah museum di Erbil, Irak, 12 Mei 2019. 'Museum ISIS' tersebut dibuka oleh militer Peshmerga. (REUTERS/Azad Lashkari)
Deretan mortir dan macam-macam bom yang diciptakan ISIS dipamerkan di sebuah museum di Erbil, Irak, 12 Mei 2019. Museum itu memamerkan memorabilia perang dan benda-benda yang berhasil direbut dalam pertempuran dengan ISIS. (REUTERS/Azad Lashkari)
Militer Kurdi Peshmerga melihat melalui alat yang digunakan oleh militan negara Islam (ISIS) di sebuah museum di Erbil, Irak, 12 Mei 2019. Museum itu memamerkan memorabilia perang dan benda-benda yang berhasil direbut dalam pertempuran dengan ISIS. (REUTERS/Azad Lashkari)
Seorang militer Kurdi Peshmerga melihat kondisi peluncur roket milik militan negara Islam (ISIS) yang dipamerkan di sebuah museum di Erbil, Irak, 12 Mei 2019. 'Museum ISIS' tersebut dibuka oleh militer Peshmerga. (REUTERS/Azad Lashkari)