Wayang dalam Kehidupan Masyarakat Indonesia

Wayang ternyata bukan hanya medium hiburan, tetapi juga sebagai alat penyebaran agama. Bahkan, di awal kemerdekaan, wayang dijadikan perekat rasa nasionalisme.

oleh Liputan6Diterbitkan 15 Agustus 2002, 14:29 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Buat sebagian masyarakat Indonesia, wayang bukan hanya medium hiburan. Wayang juga dipakai untuk berbagai aktivitas masyarakat, seperti dalam penyebaran agama Kristen dan Islam. Dalam Kristen, tokoh wayang yang terkenal adalah Adam, Hawa, dan Iblis. Sedangkan umat Islam menggunakan wayang Sadat dengan tokohnya bernama Fatahillah dan para santri. Semua gambaran mengenai wayang, termasuk jenisnya itu kini dapat dilihat di Museum Wayang Jakarta.

Satu di antara yang dipamerkan di museum adalah wayang suluh. Di awal kemerdekaan, wayang suluh menjadi perantara untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya mempertahankan kemerdekaan. Bahkan, Presiden Soekarno dengan kopiah dan jas putih pernah tampil menjadi tokoh wayang suket pada saat itu. Belakangan wayang suluh diabadikan di Museum Roterdam, Belanda, dalam sebuah cerita lengkap mengenai Indonesia, dari mulai penjajahan hingga kemerdekaan.

Selain wayang suluh, museum juga memamerkan wayang suket. Wayang yang terbuat dari bambu dan daun kepala ini disebut-sebut berperan dalam kehidupan masyarakat. Selain itu, ada pula wayang Ukur. Wayang ini sebenarnya termasuk wayang Kulit. Namun, karena ukuranya tak lazim, ia tak dikategorikan sebagai wayang kulit. Pro-kontra masalah tersebut masih berlangsung dalam dunia pewayangan hingga saat ini.(YYT/Esther Mulyanie dan Andi Azriel)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya