Profil Klub Shopee Liga 1 2019: Madura United, Ambisi Los Galacticos Indonesia

Madura United dianggap menjadi Los Galacticos Indonesia jelang Liga 1 2019 berlangsung karena sudah merekrut banyak pemain bintang.

oleh Defri SaefullahDiterbitkan 11 Mei 2019, 10:10 WIB
Madura United Logo (Bola.com/Adreanus Titus)

Liputan6.com, Jakarta Madura United boleh disebut sebagai salah satu klub Shoppe Liga 1 2019 yang ambisius dalam mengejar prestasi maksimal. Ini dibuktikan dengan gebrakan mereka yang memboyong pemain-pemain bintang untuk menghuni skuat.

Pemain bintang yang sudah dimiliki Madura United untuk mengarungi Liga 1 2019, di antaranya Andik Vermansah, Beto Goncalves, Zulfiandi, Marckho Meraudje, hingga Ridho Djazulie. Pemain asing sekaliber Aleksandar Rakic dan Jaimerson Xavier juga menambah suasana gahar di tim asal Madura ini. 

Tak aneh kalau Madura United kini dijuluki Los Galacticos Indonesia. Madura United jor-joran seperti klub asal Spanyol pada Real Madrid pada 2000-an dengan kedatangan Zinedine Zidane (Prancis), Luis Figo (Portugal), David Beckham (Inggris), Fabio Cannavaro (Italia), duo Brasil, Ronaldo dan Roberto Carlos, hingga Michael Owen (Inggris).

Sampai sekarang,seperti dilansir Bola.com, Madura United telah memiliki sebanyak 27 pemain, dengan tiga pemain asing dan 24 lainnya pemain lokal. Jika melihat rekam jejak para pemain itu, tentu Madura United menjadi salah satu tim yang diunggulkan dalam persaingan juara Liga 1 2019.

Namun, mereka belum bisa berbuat banyak selama pramusim. Saat beraksi di Piala Presiden 2019, Laskar Sape Kerap hanya sampai di semifinal setelah kalah agregat 2-4 dari Persebaya. Mental juara tim nampaknya masih belum terbangun.

Target juara sudah diusung oleh manajemen klub asal Pulau Garam itu di musim 2019. Mereka tidak mengincar ajang tertentu, hanya ingin satu trofi dari tiga kejuaraan, yaitu Piala Presiden 2019, Piala Indonesia 2018, atau Liga 1 2019.

Peluang mereka untuk menjadi juara masih terbuka di Piala Indonesia 2018 dan Liga 1 2019. Madura United saat ini masih bertahan di Piala Indonesia 2018, di mana mereka akan menghadapi Persebaya Surabaya di perempat final. Namun, status laga itu masih tunda dan belum menemui kejelasan kapan laga tersebut digelar.

 


Pelatih

Dejan Antonic (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Perombakan besar tidak hanya dilakukan manajemen untuk skuat Madura United. Perubahan di level jajaran pelatih juga terjadi. Diawali kedatangan pelatih kepala asal Serbia, Dejan Antonic, beberapa pelatih lain datang mengikutinya.

Lanjut Baca:

Sebagai asisten pelatih, terdapat dua sosok yang bisa membantu Dejan. Mereka adalah Darko Vergec dan Rasiman. Darko sudah bekerja sama dengan Dejan selama bertahun-tahun karena latar belakang asal negara. Sementara Rasiman telah mengabdi untuk Madura United sejak musim lalu. Posisi pelatih kiper juga mengalami perubahan seiring hengkangnya Hendro Kartiko yang kini menjadi pelatih kiper Timnas Indonesia U-22. Sebagai pengganti, datang Kurnia Sandy yang tak lain mantan kiper Timnas Primavera yang musim lalu menjadi pelatih kiper Timnas Indonesia. Dilihat dari rekam jejak, Dejan Antonic sebenarnya tidak memiliki prestasi yang istimewa. Musim lalu, pelatih berusia 50 tahun itu membawa Borneo FC hanya finish peringkat ketujuh klasemen akhir Liga 1 2018. Tapi, Dejan tercatat sebagai pelatih yang bisa membawa timnya bersaing. Sejauh ini, Madura United juga mendapat hasil yang tidak terlalu istimewa selama pramusim. Dari 10 pertandingan, termasuk Piala Indonesia dan Piala Presiden, Madura United menang enam kali, dua seri, dan satu kalah.  

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya