3 Lulusan La Masia Barcelona yang Bersinar di Klub Lain

Para pemain ini tidak mendapat kesempatan unjuk gigi di tim utama Barcelona.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 18 Maret 2019, 07:00 WIB
Barcelona memiliki akademi La Masia yang dianggap sukses mengorbitkan beberapa pemain berbakat. (AFP/Josep Lago)

Liputan6.com, Jakarta - Akademi sepak bola Barcelona, La Masia, merupakan salah satu sekolah terbaik di dunia. Mereka sudah memproduksi sejumlah pemain terbaik dunia seperti Lionel Messi, Gerrard Pique, Andres Iniesta, dan Xavi Hernandez.

Nama-nama tersebut sudah menjadi tulang punggung Barcelona selama satu dekade. Berkat mereka, El Azulgrana berhasil meraih banyak gelar seperti La Liga, Copa del Rey dan juga Liga Champions.

Sayangnya, sekarang banyak yang mengkritik klub karena mereka gagal meniru kesuksesan masa lalu dalam dalam memproduksi pemain bintang. Pemain-pemain seperti Sandro Ramirez dan Carles Planas dianggap tidak cukup bagus.

Namun, beberapa lulusan La Masia sekarang ada yang menjadi sangat sukses setelah meninggalkan Barcelona. Beberapa dari mereka bahkan sudah menjelma menjadi salah satu yang terbaik di posisinya masing-masing.

Berikut ini tiga lulusan La Masia yang paling sukses setelah dijual raksasa Catalonia itu seperti dilansir Sportskeeda:


Thiago Alcantara

Thiago Alcantara. (AFP/Gabriel Bouys)

Thiago Alcantara memulai karirnya di Flamengo sebelum bergabung dengan La Masia pada tahun 2005. Dia dipromosikan ke tim utama Barcelona pada tahun 2009 dan secara bertahap mendapat kesempatan bermain dari Pep Guardiola.

Setelah kepergian Guardiola ke Bayern Munchen dan kesulitan mendapat kesempatan bermain rutin di Camp Nou, pemain berusia 27 tahun itu kemudian dijual oleh Barcelona ke raksasa Jerman itu seharga 25 juta euro.

Untungnya, karier Thiago di Bundesliga cukup sukses sejauh ini dan membuat harganya meroket. Sebuah laporan bahkan menyatakan bahwa Manchester City bersedia untuk memecahkan rekor transfer klub untuk memboyong sang gelandang dari Bayern.


Andre Onana

Andre Onana. (AP Photo/Bernat Armangue)

Seandainya Barcelona tidak membiarkan Andre Onana pergi ke Ajax pada 2015, sang kiper mungkin tidak akan sesukses sekarang. Pemain muda Kamerun itu memulai karirnya di Yayasan Samuel Eto'o, sebuah akademi yang dimiliki oleh penyerang legendaris Barcelona itu sebelum bergabung dengan La Masia.

Namun, pemain berusia 22 tahun itu tidak berhasil masuk ke tim utama dan Blaugrana akhirnya menjualnya ke Ajax dengan hanya 150 ribu euro. Setelah mengesankan di tim junior Ajax, Onana secara bertahap dipromosikan ke tim utama raksasa Belanda itu dan mulai menjadi pelapis Jasper Cillessen. Kepergian Cillessen ke Barcelona membuat pemain Kamerun itu menjadi pemain reguler bagi Ajax.

Lanjut Baca:

Kini banyak yang menyebut Onana sebagai salah satu talenta terpanas di Eropa. Dia adalah kunci bagi Erik Ten Hag untuk maju ke perempat final Liga Champions saat mengalahkan Real Madrid di babak sistem gugur dan membuat timnya tak terkalahkan dalam grup yang terdiri dari Bayern Munchen dan Benfica.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya