5 Pelatih yang Kembali ke Klub Sama dalam Semusim

Zinedine Zidane kembali menjadi pelatih Real Madrid setelah meninggalkan posisi itu musim panas lalu.

oleh Ario YosiaDiterbitkan 17 Maret 2019, 09:20 WIB
Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane melihat kiper Luca Zidane dan Gareth Bale berlatih di fasilitas pelatihan Valdebebas di Madrid (15/3). Real Madrid akan bertanding melawan Celta Vigo pada lanjutan La Liga Spanyol. (AFP Photo/Gabriel Bouys)

Jakarta - Pelatih sepak bola kerap kembali ke mantan klub yang pernah ditangani. Biasanya mereka pulang karena ikatan kuat. 

Sebagai contohnya adalah Jose Mourinho dan Roberto Mancini. Kedua pelatih papan atas tersebut pernah melakukannya di Chelsea dan Inter Milan.

Mourinho memutuskan kembali ke Chelsea pada 2013 setelah hengkang dari klub pada 2007 silam. Sementara itu, Mancini pulang ke Inter pada 2014 setelah meninggalkan klub pada 2008 lalu.

Biasanya para pelatih ini kembali beberapa tahun setelah pergi. Namun, ada beberapa juga yang pulang pada musim yang sama. Kasus itu ternyata terjadi di beberapa klub besar Eropa.

Berikut ini lima pelatih yang pergi dan bergabung kembali dengan klub pada musim yang sama seperti dilansir Fox Sports Asia:


Chris Hughton

Chris Hughton (AFP PHOTO / GRAHAM STUART)

Chris Hughton saat ini sedang melakukan pekerjaan yang bagus di Premier League bersama Brighton dan Hove Albion. Namun pada 2008, sebelum ia menjadi manajer tetap, Hughton adalah bagian dari staf pelatih Newcastle di bawah manajer Kevin Keegan.

Pada musim 2008/09, Newcastle memecat Keegan setelah menjalani start yang buruk dan Hughton ditunjuk sebagai manajer sementara. Namun, The Magpies menelan kekalahan dalam empat pertandingan pertamanya dan dia mengundurkan diri.

Joe Kinnear kemudian mengambil alih setelah Hughton mengundurkan diri. Namun, Newcastle terancam terdegradasi setelah mereka hanya menang lima, imbang sepuluh kali dan kalah sebelas kali di bawah asuhannya. Pada bulan Februari, Kinnear harus dirawat di rumah sakit karena masalah jantung dan Hughton ditunjuk kembali sebagai manajer sementara.

Tugas kedua Hughton pada musim yang sama hanya berlangsung selama enam pertandingan di mana mereka hanya memenangkan satu pertandingan, imbang dua kali dan kalah tiga kali. Dengan degradasi semakin mendekat, Hughton kemudian digantikan oleh legenda klub Alan Shearer. Namun, dengan hanya satu kemenangan, dua hasil imbang dan lima kekalahan di bawah Shearer, Newcastle benar-benar turun kasta.

Musim berikutnya, Hughton kembali ditunjuk sebagai manajer sementara. Namun, setelah start yang mengesankan di Championship, ia menjadi manajer permanen dan memimpin tim kembali ke Premier Legue sebagai pemenang Championship dengan 102 poin.

Lanjut Baca:

Palermo dikenal sebagai klub yang menemukan permata seperti Edinson Cavani, Paulo Dybala dan Andrea Belotti. Namun, mereka sudah melakukan 48 pergantian manajer di abad ke-21 saja. Palermo sudah merekrut, memecat, dan mempekerjakan kembali beberapa manajer selama delapan belas tahun terakhir. Salah satunya adalah mantan manajer Swansea City, Francesco Guidolin yang pernah bertugas di klub selama empat periode terpisah di Palermo antara 2004 dan 2008. Bahkan, Guidolin sempat bertugas dua kali secara terpisah di musim yang sama. Nama lainnya adalah Giuseppe Iachini. Iachini menjadi manajer Palermo pada September 2013 dan secara mengejutkan, ia berhasil memimpin tim selama lebih dari dua tahun sebelum dipecat pada November 2015. Pemilik Palermo Maurizio Zamparini kemudian menunjuk Davide Ballardini sebagai penerus Iachini tetapi setelah Ballardini dipecat pada Januari 2016, Zamparini mengangkat dan memecat tiga manajer yang berbeda pada Januari sampai Februari 2016 sebelum mengangkat kembali Iachini sebagai manajer pada 15 Februari. Kisah itu tidak berakhir sampai di sana saja karena Iachini dipecat pada 10 Maret dan penggantinya Walter Novellino juga dipecat setelah menjalani empat pertandingan. Percaya atau tidak, manajer yang ditunjuk Zamparini berikutnya adalah Ballardini yang direkrut dan dipecat sebelumnya di musim yang sama.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya