5 Pelajaran dari Kemenangan MU atas PSG

MU sukses mempermalukan PSG di hadapan pendukungnya dengan skor 3-1.

oleh Ario YosiaDiterbitkan 08 Maret 2019, 21:15 WIB
Penyerang Manchester United, Romelu Lukaku, berhasil mencetak dua gol sekaligus membawa timnya menang 3-1 atas Crystal Palace pada laga pekan ke-28 Premier League di Selhurst Park, Rabu (27/2/2019) malam waktu setempat. (AFP/OLLY GREENWOOD)

Jakarta - Kejutan lagi-lagi terhampar di fase 16 besar ​Champions League 2018-2019. Setelah Real Madrid dihajar Ajax Asmterdam dengan skor 1-4, kali ini giliran raksasa Prancis, Paris Saint-Germain mengalami nasib buruk tak bereda.

Klub berjulukan Les Parisien itu terpental dari persaingan Liga Champions usai dipermalukan Manchester United MU di kandang mereka, Parc des Princes.

Dominan di leg pertama kala meraih kemenangan 2-0 di Old Trafford, anak asuh Thomas Tuchel justru dilumat 1-3 kala menjamu ​MU di Parc des Princes.

Dua gol Romelui Lukaku dan penalti kontroversial Marcus Rashford di pengujung laga memastikan kemenangan tim tamu. 

Hasil itu membuat Les Parisiens otomatis tersingkir dari Champions League, mengingat MU unggul agresivitas gol tandang (agregat 3-3). Berikut beberapa hal yang penting yang dicermati usai laga mengejutkan tersebut:


PSG Tim yang Dijauhi Keberuntungan

Manchester United berhasil lolos ke perempat final Liga Champions berkat keunggulan gol tandang dalam agregat 3-3. Pada pertandingan leg kedua di Parc des Princes, Rabu (6/3/2019), MU menang 3-1 atas PSG. (AFP/FRANCK FIFE)

Menyebut PSG sebagai tim yang sangat tidak beruntung, nampaknya tidak akan berlebihan. Bagaimana tidak, kekalahan atas Man United menjadi yang kedua kalinya dalam tiga musim terakhir kala mereka harus tersungkur kendati menang meyakinkan di leg pertama.

Publik sepak bola tentu masih ingat kala Les Parisiens membantai Barcelona dengan skor 4-0 pada leg pertama babak 16 besar 2017-2018.

Namun, pada leg kedua, mereka dihancurkan dengan skor 1-6 di Camp Nou. Kini, publik jelas mengunggulkan Kylian Mbappe dkk kala menjamu Setan Merah yang bermain tanpa sembilan pemain utama mereka. Apalagi, mereka tampil dominan di Old Trafford kala mengalahkan tuan rumah dengan skor 2-0.

Nyatanya, mentalitas PSG masih jauh dari mental juara. Kebobolan tiga gol, dengan ketiga-tiganya diawali dari kesalahan mereka sendiri jelas merupakan rapor merah bagi sang juara Ligue 1.


Lukaku Memberi Bukti

Striker Manchester United, Romelu Lukaku, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Southampton pada laga Premier League di Stadion Old Trafford, Manchester, Sabtu (2/3). MU menang 3-2 atas Southampton. (AFP/Oli Scarff)

Melihat performa Lukaku kala melawan PSG, sulit rasanya membayangkan bahwa striker Timnas Belgia itu sempat menjadi bahan olok-olokan media hanya satu bulan berselang.

Dia dianggap inefisien, tumpul, dan bahkan diisukan akan segera hengkang pada musim panas 2019 seiring dengan Ole Gunnar Solskjaer yang lebih sering menempatkan Marcus Rashford sebagai striker tunggal.

Lanjut Baca:

Namun, Lukaku berhasil membuktikan kualitasnya kepada dunia. Penampilannya kontra PSG menjadi titik kulminasi dari peningkatan performanya selama satu bulan terakhir. Dua golnya ke gawang Gianluigi Buffon, membuat dirinya sudah mencetak enam gol di tiga laga terakhir di semua kompetisi. Dirinya pun tidak hanya berperan hanya sebagai target man, namun aktif membuka ruang bagi rekan-rekannya. Jika mampu konsisten, nampaknya dia tidak akan kemana-mana di bursa transfer mendatang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya