Liputan6.com, Yogyakarta - Akhir pekan kemarin, Liputan6.com mendapatkan kesempatan menjadi saksi dalam perebutan gelar juara Proliga 2019. Berbeda dengan musim-musim sebelumnya, tahun ini laga grand final kompetisi bola voli di Tanah Air itu berlangsung dua hari.
Untuk perebutan gelar juara Proliga di bagian putri, digelar pada 23 Februari 2019. Sedangkan untuk putra, dimainkan sehari kemudian. Kedua laga bergengsi itu dimainkan di GOR Among Rogo, Yogyakarta.
Advertisement
Menahan rasa kantuk dan lelah lantaran belum tidur serta usai bekerja shift sore, saya berangkat ke Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten, pukul 02.45. Memakan waktu sekitar 30 menit, saya sudah tiba di terminal tiga.
Setelah tiket di tangan, saya langsung menuju gate 23 untuk naik pesawat yang mengantar saya ke Yogyakarta. Butuh waktu hampir 15 menit lebih bagi saya untuk mencapai gate 23 dengan berjalan kaki secara perlahan.
Duduk di ruang tunggu, saya menunggu kedatangan Chris, humas BNI yang mengundang saya untuk menyasikkan laga grand final. Seperti diketahui, tim putra BNI 46 lolos ke grand final sementara putrinya akan memperebutkan gelar juara ketiga.
Pukul 04.32, ada pesan WA ke telepon seluler saya. "Ak br sampe mas... Wait yaa," kata Chris dengan ditambah emoji senyum. Tapi ditunggu-tunggu hingga saya masuk ke dalam pesawat, batang hidung Chris pun tak kelihatan.
Saya duduk di kursi 32J. Dugaan kuat saya, Chris duduk di kursi 32K. Sebab sepanjang perjalanan ke Yogyakarta, kursi yang dekat jendela itu kosong tidak berpenumpang.
Setiba di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, saya masih menunggu Chris sebelum ke luar pintu kedatangan. Pukul 06.41 WIB, Chris kembali mengirimkan pesan WA kepada saya. Bunyinya: "Mas bogi, punten maaf td aku ketinggalan check in. Mas br landing ya?"
Dalam pesan berikutnya, Chris memberi saya nomor sopir yang akan mengantarkan saya ke hotel dan GOR Among Rogo. Saya pun menuju hotel untuk rehat sebentar sebelum menyaksikan grand final Proliga 2019.