Hasil Jagung Melimpah di Tuban, Mentan: Saya Senang Lihat Para Petani Tersenyum

Dengan tibanya masa panen jagung ini, Amran berharap para petani dapat mensuplai kebutuhan jagung peternak, baik yang berada di wilayah Tuban, maupun di kabupaten lainnya.

oleh stella maris diperbarui 16 Feb 2019, 00:07 WIB
Jagung yang sudah matang.

Liputan6.com, Jakarta Jawa Timur merupakan sentra jagung nasional. Ada tujuh kabupaten mulai gelaran panen raya, seperti di Tuban, Lamongan, Lumajang, Jember, Kediri, Mojokerto, dan Pasuruan. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ikut hadir dalam panen raya jagung di desa Talun, Kecamatan Montong, Tuban, Jumat (15/2).

Amran tampak sumringah melihat hasil panen jagung melimpah di Tuban. Dengan penuh rasa gembira, Amran pun ikut berdialog langsung dengan para petani. "Saya senang lihat para petani tersenyum dengan hasil panennya. Di sini kami memang untuk melayani, jadi kami datang tidak dengan tangan kosong," kata Amran. 

Pada Februari ini, Desa Talun, Kecamatan Montong memanen sekitar 10 ribu hektare lahan jagung. Lalu untuk Kabupaten Tuban keseluruhan memanen lebih dari 50 ribu hektare lahan jagung.

Dengan tibanya masa panen jagung ini, Amran berharap para petani dapat mensuplai kebutuhan jagung peternak, baik yang berada di wilayah Tuban, maupun di kabupaten lainnya.

"Kami berharap Bulog dapat membantu menyerap jagung petani saat panen raya seperti ini, sehingga dapat menjadi buffer stock. Kalau mekanisme ini berjalan baik, petani tak akan lagi terjerat tengkulak," kata Amran.

Amran berharap petani jagung dan peternak ayam mandiri dapat menikmati masa panen raya jagung saat ini melalui mekanisme distribusi dan stok yang baik. Sukses panen jagung ini tak lepas dari kerjasama semua pihak.

Mulai dari mulai stakeholder pertanian tingkat pusat hingga daerah, kelompok-kelompok usaha tani, perbankan dan masyarakat petani. Salah satu yang ikut mendorong sukses panen ini adalah Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan lewat bantuan alsintannya kepada petani.

Secara terpisah Dirjen Prasarana dan Sarana (PSP) Kementan, Sarwo Eddy mengatakan bahwa sudah menjadi kewajiban pihaknya, untuk membantu petani jagung dalam usaha meningkatkan hasil pertanian mereka.

"Produksi jagung harus ditingkatkan ke depan. Kami akan terus membantu para petani untuk mewujudkan hal tersebut. Saya juga mengharapkan para petani tetap semangat melakukan usaha tani dengan memproduksi pangan lokal, serta mencintai produk dalam negeri," kata Sarwo Eddy.

Ditambahkan Sarwo Eddy Ditjen PSP sendiri akan melanjutkan program mekanisasi pertanian. Untuk tahun 2019, Kementan akan mengalokasikan alat mesin pertanian (alsintan) sebanyak 40.390 unit

 

Alat panen padi yang terbaru.

Alsintan tersebut berupa traktor roda dua sebanyak 13.911 unit, traktor roda empat 200 unit, pompa air 19.279 unit, rice transplanter 2.000 unit, cultivator 4.970 unit, dan excavator 30 unit.

Untuk Kabupaten Tuban tahun ini mendapat bantuan pompa 4 dim 15, pompa 6 dim 16, traktor roda empat sejumlah lima buah, traktor roda dua ada 19, dan cultivator 5.

Dikonfirmasi terpisah, informasi tentang panen jagung pada Februari-Maret ini, juga sempat diutarakan oleh Ketua Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI) Sholahuddin. Ia yakin bahwa produksi jagung bulan Februari-Maret bisa mencapai target yang ditetapkan pemerintah. Terlebih panen di tahun ini mencakup lahan yang luas.

Hasil produksi itu juga turut menegaskan bahwa kebutuhan jagung di Jawa Timur akan tercukupi. "Harga jagung di Tuban selama ini tidak pernah di bawah Rp3000," ujar Bupati Tuban Fathul Huda.

Ia menginformasikan bahwa harga jagung saat ini Rp4500 per kilogram. Harga ini, kata dia cukup menggembirakan dan menguntungkan bagi petani jagung maupun peternak.

"Petani tersenyum karena harga jagung tidak pernah di bawah Rp3000. Kami juga berterima kasih kepada Kementerian Pertanian karena telah banyak membantu,” tambahnya.

 

 

(*)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya