3 Pelatih Paling Sial di Ajang Liga Champions

Persaingan antarklub di Liga Champions sangata ketat dan para pelatih kerap jadi korbannya.

oleh Ario YosiaDiterbitkan 08 Februari 2019, 18:35 WIB
Manajer Liverpool Jurgen Klopp memeluk gelandang Liverpool, Xherdan Shaqiri pada laga putaran ketiga Piala FA melawan Wolverhampton Wanderers di Molineux Stadium, Senin (7/1). Liverpool tersingkir dari Piala FA setelah takluk 1-2. (Paul ELLIS/AFP)

Jakarta - Liga Champions bisa dibilang merupakan ajang antarklub paling elite di sepak bola dunia. Persaingan antarklub elite Eropa sangat untuk memperebutkan trofi The Big Ears.

Zinedine Zidane adalah pelatih terakhir yang berhasil memenangkan Liga Champions. Bahkan, legenda asal Prancis itu berhasil meraihnya tiga kali secara beruntun bersama Real Madrid.

Namun, ada juga pelatih yang bisa dibilang kurang beruntung di final Liga Champions. Mereka mampu menembus ke partai puncak beberapa kali tetapi selalu berakhir dengan kegagalan.

Berikut ini adalah tiga manajer top yang telah tampil baik di kompetisi domestik tetapi kurang beruntung di kompetisi Liga Champions seperti dilansir Sportskeeda.


Massimiliano Allegri

Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, memebrikan arahan kepada Cristiano Ronaldo saat melawan Atalanta pada laga Serie A di Stadion Atleti Azzurri, Rabu (26/12). Kedua tim bermain imbang 2-2. (AFP/Marco Bertorello)

Massimiliano Allegri adalah pelatih Juventus saat ini dan sejak diangkat pada tahun 2014, ia telah berhasil membawa klub tampil di Liga Champions setiap musim. Allegri juga menikmati kesuksesan domestik bersama klub, tetapi gagal mencapai status yang sama di Eropa.

Allegri berhasil mencapai final Liga Champions bersama Juventus dalam dua kesempatan dari empat musim penuh yang dia jalani. Namun, ia hanya berhasil mengakhirinya dengan medali runner-up dalam dua final tersebut.

Final pertama Allegri bersama Juventus pada 2015, hanya setahun setelah ditunjuk sebagai pelatih Bianconeri. Juventus berhasil menyingkirkan tim-tim seperti Borussia Dortmund, AS Monaco dan juara bertahan Real Madrid untuk mencapai final. Namun, mereka akhirnya kalah 3-1 di final dari Barcelona.

Final kedua Allegri bersama Juventus terjadi pada tahun 2017. Raksasa Serie A itu menghadapi klub-klub top seperti Porto, Barcelona dan AS Monaco saat dalam perjalanan ke final. Tapi final kembali menjadi hari yang buruk bagi Allegri karena Juventus kalah 4-1 dari Real Madrid.

  


Diego Simeone

Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone tersenyum bersama putrinya Francesca saat berselebrasi meraih juara Piala Super Eropa setelah mengalahkan Real Madrid 4-2 di Lillekula Stadium di Tallinn, Estonia, (15/8). (AP Photo/Pavel Golovkin)

Atletico Madrid asuhan Diego Simeone berhasil menantang tim-tim seperti Barcelona dan Real Madrid di La Liga sejak ia mengambil alih. Simeone sudah memenangkan trofi domestik dan Liga Eropa tetapi tidak beruntung di Liga Champions.

Simeone sudah mencapai dua final Liga Champions bersama Atletico tetapi selalu kalah. Yang pertama para musim 2013/14. Simeone dan Atletico berhasil menyingkirkan tim-tim seperti AC Milan, Barcelona dan Chelsea sebelum ke final. Tapi, pada akhirnya, mereka kalah di partai puncak dengan skor 4-1 dari klub rival sekota Real Madrid.

Lanjut Baca:

Simeone mencapai final keduanya pada tahun 2016 setelah menang melawan Barcelona dan Bayern Munchen. Ini adalah final ulangan dua musim lalu melawan Real Madrid dan merupakan kesempatan bagi Simeone untuk membalas kekalahan sebelumnya. Tetapi sekali lagi ia tidak berhasil meraih Liga Champions karena kalah dalam adu penalti.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya