Jakarta - Persija Jakarta merombak tim usai menjadi juara Liga 1. Mereka mendatangkan sembilan pemain pada bursa transfer 2019. Kehadiran pemain baru ini diharapkan bisa membawa Persija tetap bertaring.
Beberapa di antaranya disiapkan manajemen klub untuk menjadi andalan dalam ajang turnamen Asia.
Advertisement
Sayangnya empat pemain anyar seperti Ryuji Utomo, Neugete, Bruno Matos, dan Jahongir Abdumuminov dipastikan tidak bisa tampil membela Persija di Liga Champions Asia. Mereka terkendala izin International Transfer Certificate (ITC) karena bursa transfer PSSI belum resmi dibuka, sementara pendaftaran buat fase penyisihan Liga Champions Asia atau Piala AFC sudah ditutup.
Berdasarkan regulasi FIFA, bursa transer kompetisi domestik bisa dibuka dua bulan sebelum jadwal kick-off. Jendela transfer Liga 1 yang akan disiarkan di Indosiar, belum terlaksana karena jadwal resmi tak muncul hingga saat ini.
Manajemen Persija jelas kecewa dengan situasi ini, mengingat tujuan utama mereka melakukan rekrutan cepat agar bisa kompetitif di persaingan level Asia.
Walau begitu, kehadiran muka-muka baru menjadi penyegar bagi tim ibu kota. Gaya bermain Persija tak mudah ditebak lawan dengan kehadiran amunisi gres. Apalagi kini klub pengoleksi 11 gelar juara kompetisi kasta tertinggi Tanah Air ditukangi arsitek baru: Ivan Kolev.
Seberapa penting peran Ryuji, Neugete, Bruno, dan Jahongir yang jadi andalan baru Persija? Berikut ini Bola.com mencoba menjabarkannya rekam jejak karier mereka untuk pembaca setia.
Ryuji Utomo
Persija meresmikan Ryuji sebagai pemain anyar, 26 Desember 2018. Pemain 23 tahun itu terikat kontrak berdurasi dua musim, atau hingga 2021.
Kehadiran Ryuji akan membuat lini belakang Persija semakin solid. Dia memiliki banyak pengalaman untuk mengantarkan tim Macan Kemayoran berprestasi musim depan.
Sepanjang kariernya, berbagai klub lokal maupun internasional pernah dibela Ryuji. Sebut saja seperto Mitra Kukar, Al-Najma, Arema FC, PTT Rayong, dan juga Persija.
Performa apik Ryuji juga membuatnya menembus Timnas Indonesia senior. Dia mencatatkan debut ketika Garuda melawan Myanmar, 21 Maret 2017.