Liputan6.com, Jakarta Gran Fondo New York (GFNY) Indonesia kembali akan digelar di Bali. Event ini bakal diikuti para penghobi balap sepeda dari berbagai daerah di Indonesia dan berbagai belahan dunia,
Rencananya, GFNY Bali akan digelar pada 24 Februari 2019. Balapan dengan start di Klungkung ini, dibagi dua jarak: Gran Fondo 134 KM dengan total tanjakan 2.215 M. Kemudian, Medio Fondo 90 KM dengan total menanjak 1.891 M.
Advertisement
Menurut Organizer GFNY Indonesia, Axel Moeller, GFNY Bali adalah cycling marathon yang termasuk dalam agenda GFNY Worlds yang berpusat di New York, Amerika Serikat. Dimana di event ini, para penghobi balap sepeda datang ke Pulau Bali, untuk merasakan sensasi menjadi pembalap profesional dalam sehari dengan mengikuti sesuai dengan slogan event yaitu “Be A Pro For A Day”.
Event serupa telah digelar sejak tahun 2010 di New York City, selanjutnya berkembang di 11 negara di tahun yang sama. Dan, hingga saat ini sudah mencapai 17 negara dan masih ada negaralainnya yang sedang mempersiapkan menjadi tuan rumah cycling marathon GFNY.
Pada cycling marathon ini terdapat juara umum yang disebut Overall Male dan Overall Female. Selain itu ada juga juara pada kategori umur Male dan Female, Kategori Him & Her yaituberpasangan, dan kategori Team. Masing-masing kategori diambil 3 juara.
Dukungan
Axel Moeller menjelaskan, Bali yang terkenal dengan julukan Pulau Dewata ini terkenal dengan kecantikan alam yang mampu menarik perhatian masyarakat dunia. Dengan kemasan cantik dari sport tourism dan keunggulan Pulau Bali akan menambah kesenangan untuk mengikuti event GFNY Indonesia.
Untuk itu GFNY Bali sengaja menggandeng Kementerian Pariwisata Indonesia (Kemenpar) dengan slogan Wonderful Indonesia-nya. Acara ini juga mendapat dukungan PB ISSI, sebagai payung federasi sepeda Indonesia, serta B2W Indonesia yang merupakan komunitas sepeda terbesar dan tersebar di seluruh Tanah Air.
Ribuan Peserta
Sementara itu, organizer sekaligus team leader GFNY Indonesia, Tenne Permatasari, jumlah peserta GFNY Bali hingga hari ini sudah mencapai sekitar 1.300 peserta dari target 2.000 peserta. Mereka tidak hanya berasal dari Pulau Jawa dan Bali, namun juga datang dari Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Lombok, bahkan Papua.