7 Momen Tak Terlupakan di Bulutangkis Indonesia pada 2018

Berikut tujuh momen terbaik bulutangkis Indonesia sepanjang 2018.

oleh Yus Mei SawitriDiterbitkan 31 Desember 2018, 18:25 WIB
Ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya S/Marcus F Gideon di podium kemenangan usai menumbangkan Fajar Alfian/M Rian Ardianto di Final Bulutangkis Asian Games 2018 di Istora GBK, Jakarta, Selasa (28/8). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Jakarta Dunia bulutangkis Indonesia sepanjang 2018 diwarnai raihan membanggakan dan menyedihkan. Namun, yang paling menonjol adalah pencapaian prestasi yang membanggakan.  

Selain Kejuaraan Dunia serta rangkaian BWF World Tour, tahun ini juga diwarnai dengan kiprah para pebulutangkis Asia di Asian Games 2018. 

Indonesia menorehkan prestasi apik pada Asian Games 2018 yang digelar di negara sendiri. Tim Merah Putih berhasil menggenggam dua medali emas, di nomor perorangan. 

Namun, Indonesia gagal total di Kejuaraan Dunia. Indonesia hanya meraih satu medali perunggu lewat ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Pasangan unggulan kelima ini takluk dari ganda Jepang, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara, dengan skor 12-21, 21-23.

Hasil itu meleset dari target satu gelar juara yang dipatok PBSI. Ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang merupakan salah satu andalan untuk meraih gelar, terhenti di babak perempat final dari Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Jepang), dengan skor 19-21, 18-21.

Pada event World Tour, wakil Indonesia masih bisa berbicara di turnamen-turnamen bergengsi. Setidaknya ada wakil Indonesia yang naik podium tertinggi pada event World Tour Super 1.000, yaitu All England, Indonesia Open, dan China Terbuka. 

Berikut ini tujuh momen terbaik bulutangkis Indonesia pada 2018. 

 

 


Kampiun Kejuaraan Asia Beregu

Ekspresi tim putra Indonesia setelah memenangi Kejuaraan Bulutangkis Asia Beregu 2018 di Alor Setar, Malaysia, Minggu (11/2/2018). (PBSI)

Pasangan Rian Agung Saputro/Hendra Setiawan menjadi penentu perjuangan tim putra Indonesia di kancah Kejuaraan Bulutangkis Asia Beregu 2018. Mereka membawa Indonesia juara setelah mengalahkan ganda China, Han Chengkai/Zhou Haodong, 21-14, 21-19, pada partai keempat babak final di Stadium Sultan Abdul Halim, Alor Setar, Minggu (11/2/2018).

Kemenangan Rian/Hendra memastikan Indonesia mengalahkan China dengan skor 3-1. Tim putra Indonesia berhasil mempertahankan gelar Kejuaraan Bulutangkis Asia Beregu yang diraih pada dua tahun lalu, di Hyderabad, India.

Pada tiga pertandingan sebelumnya, Jonatan Christie dan pasangan Mohammad Ahsan/Angga Pratama berhasil menyumbangkan poin. Namun, China berhasil mempertipis memperpanjang napas setelah Anthony Sinisuka Ginting kalah dari Qioa Bin.

Nasib Indonesia di final Kejuaraan Bulutangkis Asia Beregu 2018 akhirnya dipastikan oleh Rian/Agung Saputro/Hendra Setiawan yang memenangi partai keempat.

Lanjut Baca:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya