Wali Kota Batam Nyaris Diamuk Massa Pedagang

Wali Kota Batam luput dari amuk pedagang kaki lima di Pasar Tanjung Pantun. Kunjungan Wali Kota yang semula ingin menjelaskan kebijakan pemerintah daerah dibatalkan. Sejumlah pertokoan tutup total.

oleh Liputan6Diterbitkan 26 Juli 2002, 13:58 WIB
Liputan6.com, Batam: Wali Kota Batam, Riau, Nyat Kadir nyaris menjadi sasaran amuk pedagang kaki lima saat meninjau pelaksanaan penertiban di Pasar Tanjung Pantun, Sungai Jodoh, Kamis (25/7) petang. Seorang saksi mata menuturkan, keributan bermula saat Wali Kota memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja membersihkan gerobak ibu Tanjung, seorang pedagang rambutan dan durian.

Permohonan ibu Tanjung agar Wali Kota tak menggusur tempat berjualannya, tak digubris. Satpol PP merusak gerobak dan mengobrak-abrik isinya. Karena sikap petugas yang brutal, ibu Tanjung berteriak-teriak sambil melakukan perlawanan. Mendengar hal itu, massa PKL bereaksi dan berupaya menyerang Wali Kota. Tanpa ada komando, massa melemparkan batu dan kayu ke arah petugas penertiban, termasuk kepada Nyak Kadir.

Tak lama berselang, satpol PP segera menyelamatkan Nyat Kadir. Kunjungan Wali Kota yang semula ingin menjelaskan kebijakan pemerintah daerah dibatalkan. Bentrokan dapat dihindari karena aparat keamanan menguasai keadaan. Akibat peristiwa tersebut, sejumlah pertokoan di Pasar Tanjung tutup total. Hingga Kamis malam, situasi di pasar relatif aman, namun untuk mengantisipasi keadaan aparat keamanan tetap disiagakan.

Dua hari sebelumnya, tim penertiban pedagang kaki lima setempat membersihkan kawasan Pusat Perbelanjaan Sungai Jodoh. Kabar akan mendapat perlawanan dari 500 pemilik kios tak terbukti hingga pembongkaran usai [baca: Kios-Kios Liar di Sungai Jodoh Batam Diratakan].(COK/Erwan Buntaro dan Aloysius Aran)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya