Jakarta Arsenal akan menghadapi Tottenham Hotspur di babak perempat final Piala Liga Inggris 2018-2019, di Stadion Emirates, London, Rabu (19/12/2018). Meski hanya turnamen level tiga, kedua tim akan tetap tampil maksimal.
Bagi The Gunners dan The Lilywhites, ini adalah pertemuan ke-14 di ajang Piala Liga Inggris. Dari 13 pertemuan sebelumnya, Arsenal lebih unggul atas Tottenham.
Advertisement
Skuat Meriam London sukses meraih tujuh kemenangan, Tottenham Hotspur menang dalam tiga pertandingan, dan tiga laga sisa berakhir dengan imbang. Terakhir kali Arsenal menang atas Spurs di Piala Liga terjadi pada musim 2010-2011 dan 2015-2016.
Berbekal catatan tersebut, Arsenal berambisi untuk mengalahkan Tottenham Hotspur sekaligus lolos ke semifinal. Andai menembus babak empat besar, hal tersebut akan menjadi yang kedua secara beruntun buat Arsenal.
Demi mewujudkan hal itu, The Gunners akan tetap tampil dengan kekuatan penuh. Selain mengincar tiket ke semifinal Piala Liga, Arsenal juga tak ingin takluk dalam laga bertajuk North London derby itu di Stadion Emirates.
"Ide pertama kami adalah tampil dengan pemain yang lebih baik. Anda tidak dapat menggunakan (terlalu banyak pemain muda) dalam derbi ini, karena Tottenham adalah rival yang sangat tangguh dan ini menuntut kami tampil maksimal," ujar Manajer Arsenal, Unai Emery.
Tekad Tottenham Hotspur Tuntaskan Dendam
Di sisi lain, Tottenham Hotspur juga berambisi untuk mengamankan tiket ke semifinal. Bukan hanya itu, mereka juga bertekad untuk menuntaskan dendam atas Arsenal.
Pada pertemuan pertama di ajang Premier League musim ini yang berlangsung di Stadion Emirates pada 2 Desember 2018, The Lilywhites menyerah dengan skor 2-4.
Kans Tottenham meraih hasil positif saat bersua Arsenal terbilang cukup besar. Sebab dari 10 laga tandang terakhir, Spurs mampu memetik tujuh kemenangan, dua hasil imbang, dan menelan satu kekalahan.
"Besok, tentu saja pertandingan yang penting, tetapi untuk belajar dari laga beberapa pekan yang lalu itu (melawan Arsenal) akan menjadi permainan dan pendekatan yang berbeda," kata manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino.