Liputan6.com, Denpasar: Puluhan mahasiswa berunjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak dengan mendatangi Kantor Radio Republik Indonesia (RRI) di Denpasar, Bali, Sabtu (31/3). Demonstran meminta agar tuntutan dan pernyataan sikapnya langsung disiarkan.
Demonstran berharap lewat siara udara di RRI tuntutan menolak kenaikan harga bensin dan solar dapat didengar tidak saja di Pulau Dewata namun sampai ke telinga pemerintah di Jakarta.
Sementara itu korban penembakan oleh aparat saat demo menolak kenaikan harga BBM di Palopo, Sulawesi Selatan, masih dirawat di rumah sakit. Wali Kota Palopo Tenriadjeng yang menjenguk korban berjanji menanggung semua biaya pengobatan.
Korban Zulkifli yang baru saja menjalani operasi pengangkatan proyektil menyatakan peluru tiba-tiba mengenai paha kanannya tanpa diketahui dari mana asalnya.
Menurut ayahnya Sirajudin, proyektil yang dikeluarkan dari paha Zulkifli merupakan peluru tajam seperti yang digunakan oleh aparat kepolisian.
Dalam jumpa pers yang dilakukan unsur muspida, Kepala Bagian Operasional Polresta Kota Palopo AKP Afri Prasetio tak mengetahui adanya penembakan dua mahasiswa serta seorang warga itu. Sebab polisi yang ditugaskan aksi tidak dibekali senjata api.(JUM)
Demonstran berharap lewat siara udara di RRI tuntutan menolak kenaikan harga bensin dan solar dapat didengar tidak saja di Pulau Dewata namun sampai ke telinga pemerintah di Jakarta.
Sementara itu korban penembakan oleh aparat saat demo menolak kenaikan harga BBM di Palopo, Sulawesi Selatan, masih dirawat di rumah sakit. Wali Kota Palopo Tenriadjeng yang menjenguk korban berjanji menanggung semua biaya pengobatan.
Korban Zulkifli yang baru saja menjalani operasi pengangkatan proyektil menyatakan peluru tiba-tiba mengenai paha kanannya tanpa diketahui dari mana asalnya.
Menurut ayahnya Sirajudin, proyektil yang dikeluarkan dari paha Zulkifli merupakan peluru tajam seperti yang digunakan oleh aparat kepolisian.
Dalam jumpa pers yang dilakukan unsur muspida, Kepala Bagian Operasional Polresta Kota Palopo AKP Afri Prasetio tak mengetahui adanya penembakan dua mahasiswa serta seorang warga itu. Sebab polisi yang ditugaskan aksi tidak dibekali senjata api.(JUM)