Liputan6.com, Brebes: Raihan, warga Gandasuli, menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah Brebes, Jawa Tengah. Saat masuk rumah sakit, kondisi bocah 1,5 tahun ini dalam keadaan kritis setelah menelan biji rambutan. Ia sempat mendapat pertolongan dari petugas medis rumah sakit, namun Tuhan berkehendak lain. Keluarga Raihan pun menangis histeris.
Tubuh lunglai bocah kecil ini dibopong keluarga dengan diliputi kesedihan. Raihan merupakan putra pertama pasangan Joni dan Yuli.
Menurut dokter Yulianan, Raihan meninggal karena saat dibawa ke rumah sakit sudah dalam keadaan krtis. Hal ini dikarenakan ada sumbatan di bagian pernapasan sehingga jantungnya tidak lagi berdetak. "Dalam keadaan lemah, sudah tidak bernapas, dan jantungnya tidak berdetak.
Kesedihan juga dirasakan para tetangga Raihan. Menurut mereka, Raihan menelan biji rambutan saat sedang bermain bersama temannya. Namun, biji rambutan itu menyangkut di tenggorokan. Diduga, raihan tidak dalam pengawasan orangtuanya.(BOG)
Tubuh lunglai bocah kecil ini dibopong keluarga dengan diliputi kesedihan. Raihan merupakan putra pertama pasangan Joni dan Yuli.
Menurut dokter Yulianan, Raihan meninggal karena saat dibawa ke rumah sakit sudah dalam keadaan krtis. Hal ini dikarenakan ada sumbatan di bagian pernapasan sehingga jantungnya tidak lagi berdetak. "Dalam keadaan lemah, sudah tidak bernapas, dan jantungnya tidak berdetak.
Kesedihan juga dirasakan para tetangga Raihan. Menurut mereka, Raihan menelan biji rambutan saat sedang bermain bersama temannya. Namun, biji rambutan itu menyangkut di tenggorokan. Diduga, raihan tidak dalam pengawasan orangtuanya.(BOG)