Polda Kalbar: Masyarakat Jangan Terpancing Isu

Polisi, tentara, dan tokoh masyarakat adat dari Kecamatan Sungai Ambawang, Kuala Mandor B, Sungai Raya, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Kubu Raya menggelar pertemuan mencegah kerusuhan.

oleh Liputan6Diterbitkan 16 Maret 2012, 06:22 WIB
Liputan6.com, Kubu Raya: Polisi, tentara, dan tokoh masyarakat adat dari Kecamatan Sungai Ambawang, Kuala Mandor B, Sungai Raya, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Kubu Raya menggelar pertemuan membahas upaya pencegahan kerusuhan sebagai dampak dari insiden kerusuhan di Kota Pontianak, Rabu (14/3) lalu. 

"Pertemuan ini memang dilaksanakan dadakan, namun Alhamdulillah bisa dihadiri tokoh dari Dewan Adat Dayak, masyarakat Melayu, Madura, etnis lainnya serta pihak kepolisian dan TNI. Tujuannya untuk mencegah imbas dari kerusuhan yang terjadi di Kota Pontianak," kata Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, Kamis (15/3) malam.

Muda Mahendrawan mengatakan Kabupaten Kubu Raya berbatasan langsung dengan Kota Pontianak tak menutup kemungkinan bisa terkena imbas kerusuhan dengan adanya mobilisasi massa dari dan ke Pontianak yang dapat menyebabkan meluasnya kericuhan. Termasuk munculnya berbagai informasi yang tak bertanggung jawab di media dunia maya.

"Sangat cepat beredar, padahal isinya belum tentu benar, dan ini yang harus kita pahami bersama karena ada baiknya jika kita menyerahkan masalah ini sepenuhnya kepada pihak berwajib yang tentu juga berupaya untuk terus menjaga kondisi keamanan di Kalbar," kata Muda.

Muda juga menyarankan agar masyarakat selalu waspada dengan meningkatkan keamanan di daerahnya masing-masing agar tetap kondusif.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Mukson Munandar menjelaskan, informasi tentang kerusuhan yang marak disebarkan di jaringan Blackberry dan pesan SMS hanya dilebih-lebihkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
   
"FPI dan masyarakat Dayak, hanya ribut dengan percakapan dan sifatnya hanya debat saja, tidak ada tindakan anarki. Memang sempat turun ke jalan melakukan orasi tujuan ke Polda Kalbar, tapi sudah diamankan oleh aparat polisi dan TNI," katanya.
    
Lokasi konsentrasi massa FPI dan Dayak serta kelompok Melayu juga sudah dilakukan pengamanan, sehingga kondisi keamanan terkendali, katanya menambahkan.

"Mohon bagi masyarakat yang mendapatkan info-info yang memperkeruh situasi untuk tidak terpancing. Demi keamanan Kalbar, dan tidak memposting gambar melalui BBM maupun media jejaring sosial yang tidak jelas sumbernya," kata Mukson. (ANT/Vin)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya