Prediksi Liverpool vs MU: Legitimasi Supremasi

Liverpool akan menjamu Manchester United pada laga lanjutan Premier League.

oleh Nurfahmi BudiDiterbitkan 16 Desember 2018, 11:35 WIB
Jadwal Premier League 2018-2019 pekan ke-17, Liverpool vs Manchester United. (Bola.com/Dody Iryawan)

Jakarta Dua tim dengan distribusi supremasi berbeda bakal bertempur di Stadion Anfield, akhir pekan ini. Hal itu berlatar pertempuran Liverpool kontra Manchester United (MU), sepasang klub yang punya sejarah tradisi di kasta tertinggi Inggris Raya.

Liverpool menjadi atensi utama setelah mereka tampil menawan sejak awal musim ini. Hal ini menandai objektif mereka yang ingin mengulangi kemasan masa lalu, saat menjadi sang penguasa Liga Inggris.

Bagi Liverpool, menggaet gelar juara menjadi tradisi yang sudah lama tak mereka rasakan, terutama di pentas liga domestik. Maklum, setelah mengoleksi 18 trofi, nyaris tiga dekade tradisi nyaman itu tak pernah mampir di Merseyside.

Kini, peluang itu terbuka lebar. Saat ini, Liverpool berada di peringkat teratas klasemen sementara Premiership 2018-2019 dengan koleksi 42 poin. The Reds unggul satu angka dari sang juara bertahan, Manchester City.

Namun, jika tampil konsisten, terutama tak teradang cedera dan pecah konsentrasi dengan Liga Champions, bukan tak mungkin peristiwa 1989-1990 bisa terulang lagi. Namun, Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, buru-buru merendah.

Bagi mereka, kata Klopp, titik konsentrasi terletak pada setiap pertandingan yang ada di depan mata. Satu di antaranya saat Mohamed Salah dkk menjamu Manchester United.

"Kami harus bermain seperti seseorang yang sangat lapar. Karakter lapar itu yang harus menjadi modal paling utama saat bermain pada Minggu. Jelas, Manchester United adalah lawan sepadan yang harus kami waspadai meski jarak kami tergolong lebar," jelas Klopp.

Ucapan eks arsitek tim Borussia Dortmund tersebut mengacu pada nama besar Manchester United. Bagaimanapun, lawan Liverpool adalah simbol supremasi tradisi juara sejak kali pertama Liga Utama Inggris berubah 'brand' menjadi Premier League.

 


Tradisi Manchester United

Ekspresi pemain Liverpool, Trent Alexander Arnold (tengah) saat melawan Manchester United (MU) dalam pertandingan Liga Inggris di Old Trafford, Manchester, Inggris, Sabtu (10/3). MU menang dengan skor 2-1 atas Liverpool. (AP Photo/Rui Vieira)

Berkat tangan dingin Sir Alex Ferguson, kubu Carrington sangat dominan dalam raihan trofi Premier League. Meski kini masih dirundung masalah, kekuatan Manchester United tetap bisa mengejutkan.

Bedanya, Liverpool berada di atas angin. Latarnya tak lain kekuatan aktual mereka. Selain berada di posisi teratas, level ketajaman mereka juga merata. Artinya, sosok Mohamed Salah memang menjadi sentral, tapi mereka punya sederet pemain yang berambisi mencatatnkan namanya di papan skor, seperti Roberto Firmino, Sadio Mane sampai Andy Robertson.

Lanjut Baca:

Liverpool berada di atas Manchester United dari sisi manapun. Level performa berimbas terhadap posisi di klasemen sementara. Saat ini, Manchester United terjerembab di luar empat besar, tepatnya di peringkat 6, dengan koleksi 26 angka. Kondisi tersebut tergolong miris bagi sebuah klub yang pernah menjadi lambang supremasi dominasi. Banyak pihak menilai, Manchester United tak akan sanggup melewati beberapa tim yang berada di atas mereka, seperti Arsenal, Chelsea, Tottenham Hotspur, Manchester City dan Liverpool. Pada sisi lain, apapun bisa terjadi di lapangan. Filosofi seperti itulah yang ada di kepala Jose Mourinho. Manajer Manchester United tersebut yakin, anak asuhnya akan selalu menunjukka karakter pemenang meski dengan kondisi pasukan yang terbatas.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya