Liputan6.com, Tetuan: Tiga ratus warga Pulau Tetuan, Maroko, berunjuk rasa memprotes pengambilalihan Pulau Perejil atau Pulau Leila oleh Pemerintah Spanyol, Kamis (18/7). Selain mengibarkan Bendera Maroko, para demonstran juga melempari sebuah kapal Spanyol dengan batu.
Para demonstran mengkhawatirkan, di kemudian hari Spanyol akan berusaha menguasai lebih banyak wilayah Maroko jika tidak ada perlawanan terhadap pengambilalihan Pulau Tetuan. Sebagian besar pengunjuk rasa menganggap kerja sama kedua negara, khususnya di bidang ekonomi dan perdagangan, akan memberikan peluang lebih besar bagi pihak asing untuk mengambilalih daerah Maroko.
Belum lama ini, pemerintah Maroko memang membuat kesepakatan dengan Spanyol perihal persetujuan mengambilalih Pulau Leila. Sedianya, pulau itu bakal dijadikan pos observasi untuk mengurangi laju imigran gelap dan penyelundupan obat-obatan terlarang di sepanjang Semenanjung Gibraltar, yang memisahkan Spanyol dan wilayah Afrika Utara. Dalam perjanjian itu juga dinyatakan Spanyol akan menempatkan ratusan tentara mereka di Pulau Leila.(COK/Pinta)
Para demonstran mengkhawatirkan, di kemudian hari Spanyol akan berusaha menguasai lebih banyak wilayah Maroko jika tidak ada perlawanan terhadap pengambilalihan Pulau Tetuan. Sebagian besar pengunjuk rasa menganggap kerja sama kedua negara, khususnya di bidang ekonomi dan perdagangan, akan memberikan peluang lebih besar bagi pihak asing untuk mengambilalih daerah Maroko.
Belum lama ini, pemerintah Maroko memang membuat kesepakatan dengan Spanyol perihal persetujuan mengambilalih Pulau Leila. Sedianya, pulau itu bakal dijadikan pos observasi untuk mengurangi laju imigran gelap dan penyelundupan obat-obatan terlarang di sepanjang Semenanjung Gibraltar, yang memisahkan Spanyol dan wilayah Afrika Utara. Dalam perjanjian itu juga dinyatakan Spanyol akan menempatkan ratusan tentara mereka di Pulau Leila.(COK/Pinta)