Liputan6.com, Jakarta Josep Guardiola sudah memenangkan banyak gelar bersama Barcelona, Bayern Munchen dan Manchester City. Karena itulah, Guardiola disebut sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia sepakbola.
Dengan gaya permainan tiki taka, Guardiola berhasil membawa Barcelona mendominasi Eropa dan juga memenangkan treble. Petualangannya di Jerman bersama Bayern Munchen juga berbuah kesuksesan setelah memenangkan tiga gelar Bundesliga.
Advertisement
Mantan pelatih Barcelona itu saat ini menangani Manchester City. Ia sukses mengantarkan The Citizens memenangkan gelar Premier League pada musim lalu dan memecahkan rekor 100 poin di liga.
Namun, terlepas dari pencapaiannya, tidak semua pemain menyukai Guardiola. Ia beberapa kali pernah terlibat perselisihan dengan anak buahnya.
Berikut ini tiga mantan pemain Barcelona yang pernah cekcok dengan Guardiola seperti dilansir Sportskeeda.
Yaya Toure
Guardiola adalah manajer impian dari hampir setiap pemain di dunia. Namun, satu orang yang akan senang tidak harus bermain di bawahnya lagi adalah Yaya Toure.
Saat bermain di Olympiakos, gelandang Pantai Gading itu muncul sebagai salah satu prospek paling cemerlang di Eropa dan menarik perhatian klub-klub top di dunia. Barca mendapatkan sang pemain dan Toure menjadi penyokong pertahanan di belakang Xavi dan Deco. Tapi ketika Pep mengambil alih, segalanya berubah.
Pep menjual Ronaldinho dan Deco, dan membawa pemain-pemain seperti Pedro dan Sergio Busquets. Kedatangan gelandang Spanyol itu akhirnya membuat Toure tersingkir. Toure tidak punya tempat dan dia pindah ke City. Ia mengklaim Pep tidak peduli kepadanya sampai tawaran dari City datang.
Beberapa tahun kemudian, mereka bersatu kembali di City dan Toure harus kembali tersingkir di bangku cadangan. Dia akhirnya meninggalkan City sebelum awal musim ini.
Samuel Eto'o
Samuel Eto'o adalah salah satu striker yang paling ditakuti pada generasinya. Dia memenangkan treble untuk Barcelona di bawah Guardiola dan kemudian dengan Inter Milan di bawah Jose Mourinho. Dalam dua kampanye, pemain Kamerun itu total mencetak 52 gol.
Meski Guardiola memenangkan La Liga dan Liga Champions pada musim pertamanya di Barcelona, hubungan Eto'o dengan sang pelatih tidak bagus. Mantan pemain Chelsea itu merasa diremehkan kemampuannya.