Liputan6.com, Jakarta - Stefano "Teco" Cugurra termasuk pelatih yang kerap dinaungi keberuntungan. Direkrut Persija Jakarta pada akhir Desember 2016 untuk menggantikan Muhammad Al Hadad, karier Teco tidaklah mulus.
Segudang pengalaman dalam melatih, utamanya di Thailand, belum cukup bagi Teco untuk langsung sukses di Persija. Terbukti, Persija sempat terseok-seok ketika mengikuti Liga 1 2017.
Advertisement
Pada Mei 2017, desakan untuk memecat Teco di Persija pun menguat. Namun eks pelatih Royal Thai Navy ini tetap mempertahankan kepala dinginnya.
Dia memilih fokus di pekerjaan ketimbang khawatir dengan keputusan manajemen saat itu.
"Bukan dapat tekanan dari manajemen. Semuanya, dari presiden klub ke manajemen semua punya keinginan yang sama, yakni menang. Tiap pertandingan juga kami evaluasi. Bersama-sama dengan pemain juga," kata Teco kala itu.
Sejak menang di pekan pembuka melawan Persiba, Persija kalah dan imbang masing-masing tiga kali. Dari hasil tersebut mereka masih bertengger di posisi ke-15 klasemen Liga 1.
Di laga terakhir melawan Bali United pada Minggu (21/5/2017), Persija hanya mampu imbang tanpa gol. Hasil ini memperpanjang rekor tak pernah menang di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi saat itu.
"Di negara-negara lain tekanan itu biasa. Waktu kita tidak menang main di kandang, pasti suporter tidak senang. Saya pikir itu biasa," ujar Teco.
Dukungan Manajemen
Alih-alih menuruti tekanan suporter, manajemen Persija memilih untuk tetap mempertahankan Teco hingga akhir musim Liga 1 2017. Malah manajemen yang dipimpin Direktur Utama Persija, Gede Widiade memilih untuk membeli dan menjual pemain yang tidak maksimal.
Gede memastikan, Persija akan menambah empat personel pada bursa transfer paruh musim.
"Harus ada penggantian, refreshing pemain. Jadi, memang kita akan mendatangkan 2-4 pemain, termasuk pemain asing. Selambat-lambatnya tanggal 1 Agustus 2018," kata Gede saat itu.