IHSG Sesi I Naik, Rawan Profit Taking

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan saham sesi I menguat 0,57% ke level 3.984,976.

oleh Liputan6Diterbitkan 02 Maret 2012, 12:30 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada penutupan perdagangan saham sesi I, Jumat (2/3) menguat 0,57% ke level 3.984,976. Sedangkan indeks saham-saham unggulan LQ 45 menguat 0,63% ke level 690,754.

Pada penutupan perdagangan saham sesi I ini tercatat volume perdagangan sebesar 1,8 miliar lot saham senilai Rp1,9 triliun, dengan total transaksi sebanyak 62.136 kali. Tercatat sebanyak 123 saham naik, 71 saham turun, dan 91 saham tidak berubah.

Penguatan IHSG pada perdagangan sesi I ini didorong oleh sektor barang konsumsi dan konstruksi, yang masing-masing indeksnya naik 1,90% dan 1,51%.

Saham-saham yang menguat pada perdagangan akhir sesi I ini antara lain saham SMGR naik 2,2%, saham ASRI naik 1,8% ke Rp570, saham MDLN naik 3,7% ke Rp425, dan saham INDF naik 2,0%. Sementara saham-saham yang melemah antara lain saham MNCN  turun 3,5% ke Rp1.650, saham BBRI turun 2,2% ke Rp6.550, saham LPKR turun 1,4% ke Rp700, dan saham SGRO turun 0,7% ke Rp3.425.

Analis Vibiz Research unit dari Vibiz Consulting melihat bahwa IHSG pada penutupan perdagangan sesi I hari ini berakhir menguat, seiring dengan penguatan bursa saham global. Pada perdagangan sesi I ini, IHSG gagal menyentuh level 4.000.
IHSG sempat mencapai level 3.996,507 selama sesi I ini, dimana tampaknya aksi profit taking kembali terjadi di sekitar level 4.000 tersebut.

Dengan begitu, diperkirakan penguatan IHSG pada sisa perdagangan hari ini cenderung tertahan di kisaran 4.000 akibat aksi profit taking. Support berada di kisaran 3.950-3.900, sedangkan resistance berada di kisaran 4.000-4.030. (http://www.vibiznews.com/mla)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya