Pecahkan Monopoli, Ini 3 Alasan Varane Layak Raih Ballon d'Or

Ballon d'Or selama ini jarang diraih pemain bertahan

oleh Achmad Yani YustiawanDiterbitkan 24 November 2018, 19:00 WIB
Bek Prancis, Raphael Varane memegang trofi Piala Dunia usai menundukkan Kroasia dalam laga final di Stadion Luzhniki, Moskow, Rusia, 15 Juli 2018. Raphael Varane masuk dalam kandidat pemain terbaik FIFA 2018. (AFP FOTO/FRANCK FIFE)

Liputan6.com, Jakarta Malam penganugerahan Ballon d'Or 2018 akan digelar pada awal bulan Desember nanti. Sebelumnya, 30 nama pemain kandidat pemenang Ballon d'Or 2018 telah dirilis.

Ballon d'Or diselenggarakan oleh media olahraga top Prancis, France Football. Pemenangnya akan ditentukan oleh sebuah panel yang terdiri atas para jurnalis internasional, dengan satu wakil per negara.

Sejauh ini nama Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi telah memenangkan Ballon d'Or paling banyak - masing-masing 5 kali. Namun, pemenang Ballon d'Or tahun ini akan menjadi pilihan yang sangat sulit ketimbang dekade terakhir.

Penghargaan Ballon d'Or selalu dibagi oleh dua individu dalam 10 tahun terakhir - Ronaldo dan Messi. Tapi sejak Piala Dunia berlangsung tahun ini, penghargaan ini akan memiliki daya tarik sendiri.

Ballon d'Or selama ini jarang diraih pemain bertahan - hanya ada tiga pemain bertahan yang telah memenangkannya sejak dimulai pada tahun 1956. Daftar ini termasuk legenda seperti Franz Beckenbauer dan Matthias Sammer dan Fabio Cannavaro.

Salah bek yang kerap disebut-sebut akan menerima penghargaan ini adalah Raphael Varane. Tentu saja karena penampilannya yang megah. Ada tiga alasan mengapa dia harus memenangkan Ballon d'Or.


Konsistensi

Bek Prancis, Raphael Varane berebut bola dengan bek Belanda, Daley Blind selama pertandingan UEFA Nations League di stadion Feijenoord di Rotterdam (16/11). Belanda menang atas Prancis 2-0. (AFP Photo/John Thys)

Dari 30 daftar kandidat pemenang Ballon d'Or 30, sudah termasuk pemain hebat seperti Ronaldo, Messi, dan Luka Modric. Namun, tidak ada yang menyangkal bahwa Raphael Varane adalah yang terbaik sepanjang tahun.

Varane adalah bek yang hebat. Konsistensi dalam pertahanan membantu Real Madrid memenangkan Liga Champions ketiga berturut-turut. Setelah itu ia membantu Prancis memenangkan Piala Dunia.

Varane seperti dinding, dan selalu sukses menghentikan pemain yang mencoba menerobos. Menghadapi tim seperti Juventus, Liverpool, PSG dan Bayern di babak sistem gugur Liga Champions, mereka kebobolan kurang dari 10 gol berkat Varane.

Di sisi lain, Prancis dipimpin Varane hanya kebobolan enam gol di Piala Dunia. Penghargaan ini biasanya disediakan untuk penyerang berkualitas tinggi tetapi akan menjadi pengakuan yang sempurna untuk kontribusi seorang bek yang berharga bagi timnya.

Lanjut Baca:

Sementara, Prancis memiliki sejumlah besar bintang, seperti Paul Pogba, Kylian Mbappe dan Griezmann. Namun, pemain paling menonjol dari tim mereka adalah Raphael Varane. Sejak akhir Piala Dunia, legenda seperti Platini, Laurent Blanc dan presiden Federasi Prancis, Noe Le Grael percaya bahwa Varane melakukan lebih banyak daripada pesaing yang mungkin untuk memenangkan Ballon d'Or. Varane mempertahankan ketenangannya untuk menyamai kemampuannya di lapangan. Keahliannya banyak membantu Real Madrid dalam perjalanan mereka menuju Liga Champions ketiga berturut-turut. Tidak ada keraguan bahwa Raphael Varane mengakhiri musim dengan rekam jejak terbaik di antara sisa bintang Prancis, atau pesaingnya termasuk Messi, Cristiano Ronaldo atau Luka Modric.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya