Tommy Soeharto: Goro Sesuai Konsep Ekonomi Kerakyatan Partai Berkarya

Ketua Umum DPP Partai Berkarya Tommy Soeharto, mengatakan toko grosir Goro (gotong royong) akan menjadi elemen penting ekonomi kerakyatan.

oleh Liputan6.com diperbarui 08 Apr 2019, 13:03 WIB
Komisaris Utama PT Berkarya Makmur Sejahtera Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto mengecek produk saat meresmikan gerai Goro di Cibubur, Bogor, Rabu (17/10). Tommy menjelaskan, Goro akan membina UMKM yang ada di sekitarnya. (Liputan6.com/HO/Dana)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum DPP Partai Berkarya Tommy Soeharto mengatakan, toko grosir Goro (gotong royong) akan menjadi elemen penting ekonomi kerakyatan.

"Goro didirikan untuk memotong jalur distribusi perdagangan yang menjadi beban penjualan," ujar Tommy saat Grand Opening Goro Super Grosir Cibubur, Minggu 7 April 2019. 

Menurut Tommy, konsep ini sesuai dengan ekonomi kerakyatan yang sedang dibangun Partai Berkarya yang dipimpinnya. Inti konsep ekonomi kerakyatan, sambung putra bungsu almarhum Presiden Soeharto ini, adalah produsen menjual dengan harga menguntungkan, konsumen membeli dengan harga murah.

"Kami menargetkan membangun Goro di setiap kabupaten dan kota, dengan minimal satu toko di setiap kecamatan, atau satu e-Warung Goro," ujar Tommy.

Komisaris Utama PT Berkarya Makmur Sejahtera menambahkan, Goro akan memyiapkan produk berlabel Goro. Terutama sembilan bahan pokok. Caranya, dengan membangun pabrik gula, penggilingan padi, dan lainnya.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya