Warga Mesuji Akan Gelar Doa Bersama

Korban penggusuran di Register 45 Desa Pekat Jaya, Kabupaten Mesuji, Lampung, berencana mengadakan doa bersama lintas agama pada Senin nanti. Doa dengan harapan cepat keluar dari permasalahan.

oleh Liputan6Diterbitkan 24 Desember 2011, 19:37 WIB
Liputan6.com, Mesuji: Korban penggusuran di Register 45 Desa Pekat Jaya, Kabupaten Mesuji, Lampung, berencana mengadakan doa bersama lintas agama pada Senin nanti. Doa dengan harapan cepat keluar dari permasalahan yang menimpa mereka saat ini. Wayan Murti, seorang warga pengungsian mengatakan acara atas inisiatif warga. Acara juga akan dihadiri warga beragama Islam, Kristen, dan Hindu.

Sebelum acara dimulai, warga dari berbagai suku dan agama bergotong royong mengerjakan kelengkapan ibadah yang dibutuhkan, Sabtu (24/12). Mereka berbaur membuat penjor atau umbul-umbul dari bambu yang dihiasi janur. Mereka juga memotong bambu dan memasang tempat sesajian umat Hindu Bali di lokasi penampungan.

Semua masyarakat secara swadaya membuat tempat ibadah masing-masing. Yang beragama Hindu membangun pura seadanya. Mereka yang beragama Islam disediakan musala sederhana terbuat dari tenda terpal. Kemudian mereka yang beragama Kristen cukup di lapangan.

Doa bersama akan mengundang seluruh masyarakat dan pejabat daerah. Acara terbuka untuk umum. Warga korban penggusuran meminta seluruh masyarakat Mesuji khususnya agar dapat hadir.

Terkait konflik yang terjadi, warga korban penggusuran mengatakan pemerintah harus bijaksana dan adil mengambil keputusan. Mereka berharap agar pemerintah dapat memperhatikan masyarakat kecil karena hanya ini lahan yang dimiliki.

Para pengungsi juga meminta kepada PT Silva Inhutani untuk mengukur ulang agar warga tahu batasan dari tanah milik perusahaan. Mereka hanya ingin tahu sampai mana tapal batas tanah milik perusahaan dan tanah milik warga.(AIS)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya