Piala AFF 2018: Merawat Warisan Luis Milla

Timnas Indonesia akan tampil di Piala AFF 2018.

oleh Marco TampubolonDiterbitkan 05 November 2018, 17:45 WIB
Striker Timnas Indonesia, Beto Goncalvez, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Myanmar pada laga persahabatan di Stadion Wibawa Mukti, Jawa Barat, Rabu (10/10). Indonesia menang 3-0 atas Myanmar(Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Liputan6.com, Jakarta Asian Games 2018 menjadi kiprah terakhir Luis Milla menangani timnas Indonesia. PSSI sebenarnya berharap pelatih asal Spanyol itu bersedia memperpanjang kontrak dan mempersiapkan timnas Indonesia menghadapi SEA Games 2019 dan Piala AFF 2018.

Namun negosiasi berjalan buntu. PSSI gagal membawa pulang Milla. Sebagai gantinya, PSSI kemudian menunjuk Bima Sakti sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia di Piala AFF 2018.

Beban kini berada di pundak Bima, sosok yang menjadi asisten Luis Milla selama di menangani Timnas Indonesia. Apalagi mantan pemain timnas Primavera tersebut belum sekalipun pernah menjabat sebagai pelatih kepala, bahkan untuk level klub sekalipun.

Tuntutan publik juga terbilang berat mengingat reputasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2018 masih sama, spesialis runner up. Dari lima kali masuk final sejak edisi pertama Piala AFF bergulir 1986 lalu, belum sekalipun Tim Merah Putih berhasil membawa pulang gelar juara.

Pada Piala AFF tahun ini, Timnas Indonesia tergabung di grup B bersama, Thailand, Singapura, Filipiana, dan Timor Leste. Thailand merupakan negara tersukes di Piala AFF dengan 5 gelar juara. Menyusul Singapura dengan empat gelar juara. Sementara Filipina mengejutkan dengan kehadiran pelatih kelas dunia, Sven-Goran Eriksson.

"Kalau ditanya, bisa tidak Indonesia juara Piala AFF 2018, menurut saya kita harus optimis. Kita pernah lima kali jadi runner up. Terakhir kita jadi runner up meski habis di-banned," kata Direktur Teknik PSSI, Danurwindo kepada Liputan6, beberapa yang waktu lalu.

Ada beberapa pertimbangan yang membuat Danur optimistis Timnas Indonesia berjaya di Piala AFF 2018. Pertama adalah komposisi pemain yang menghuni skuat Merah Putih. Sebagian besar merupakan warisan Luis Milla. "Pemain-pemain sudah mengerti game model yang akan dimainkan. Itu yang paling terpenting," ujar mantan pelatih timnas Indonesia itu.

Lanjut Baca:

Sebanyak 23 nama memang telah dipanggil memperkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2018. Sebagian besar sudah pernah merasakan tangan dingin Milla, baik saat memperkuat timnas Indonesia U-23 di Asian Games ataupun uji coba-ujicoba timnas Indonesia senior. Dua pemain naturalisasi juga akan memperkuat Skuat Garuda, yakni Stefano Lilipaly (Bali United) dan Alberto Goncalves (Sriwijaya FC). Namun Bima harus mencoret nama Sadil Ramdani yang tengah berurusan dengan pihak berwajib akibat kasus penganiayaan pacar. Sebagai gantinya, Bima mendatangkan gelandang veteran, Andik Vermansyah. "Pemain-pemain sudah mengerti game model yang akan dimainkan. Itu yang paling terpenting. Cara bermain yang dikembangkan Luis Milla, sekarang ini dipertajam oleh Bima Sakti dengan hal-hal yang positif, terutama dengan komunikasi yang lebih jelas lagi."

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya