PKS: Kalau Ada 3 Calon Presiden, Kami Pilih yang ke-3

Loyalitas PKS DKI mendukung Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019 dipertanyakan.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 31 Oktober 2018, 13:56 WIB
Pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno (kanan) memberikan pidato usai mengambil nomor urut peserta Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (21/9). Pasangan Prabowo-Sandi mendapatkan nomor urut 02. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Al-Habsy belum bisa memastikan apakah mesin partai PKS DKI akan tetap bergerak memenangkan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019. Menurut dia, PKS "terpaksa" mendukung Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019.

"Cuma dua sih calonnya. Coba ada tiga, kita pilih yang ketiga. Tapi karena ada calonnya dua, ya yang terbaik," kata Aboe di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (31/10/2018).

Sebelumnya, isu loyalitas PKS menjadi persoalan. Pasalnya, muncul suara di internal PKS tak puas dengan sikap Gerindra yang tak kunjung menunjuk kader partai itu untuk mengisi posisi Wakil Gubernur DKI pengganti Sandiaga Uno.

Aboe menegaskan sampai saat ini partainya masih solid mendukung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019. Meskipun, posisi wakil gubernur belum diserahkan ke PKS.

"Jadi sekarang, intinya untuk pilpres mari kita menangkan PKS untuk Prabowo-Sandi secara maksimal dan untuk DKI arahkan untuk wagub bisa masuk PKS sebagai nomor 2," ungkapnya.

Anggota Komisi III DPR ini berharap Partai Gerindra bisa segera menentukan pengganti Sandiaga sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Sebab, kata dia, posisi itu sudah terlalu lama kosong.

"Ya lebih cepat lebih bagus ya. Prabowo lebih mengerti mustinya ya dan Anies sudah sangat membutuhkan. Saya rasa tinggal diputuskan. Tinggal teknis dalam dialog yang perlu diselesaikan," ucapnya.

 

Ancaman PKS DKI

Ketua Fraksi PKS DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi mengancam menghentikan mesin partai untuk memenangkan pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. Hal itu ia lakukan Partai Gerindra jika posisi Wakil Gubernur tak diserahkan ke partainya.

Saksikan video pilihan di bawah ini

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya