Liputan6.com, Jakarta - Timnas Indonesia U-19 mencapai perempat final Piala AFC 2018 berkat perjuangan keras. Mereka melaju ke babak delapan besar sebagai runner-up Grup A.
Anak asuh Indra Sjafri mengumpulkan enam poin dari tiga pertandingan yang sudah dilakukan. Timnas Indonesia U-19 mengalahkan Chinese Taipei 3-1 dan Uni Emirat Arab (UEA) 1-0.
Advertisement
Satu-satunya kekalahan Timnas Indonesia U-19 terjadi ketika berjumpa Qatar. Itu pun setelah melalui pertandingan yang berjalan dengan sengit. Nurhidayat Haji Haris dan kawan-kawan kalah 5-6.
Dari tiga pertandingan yang sudah dimainkan, ada beberapa nama yang menjadi tumpuan. Di lini belakang hadir Rachmat Irianto. Lalu, di tengah ada Lutfi Kamal. Sementara, di lini serang ada nama Egy Maulana Vikri, Witan Sulaeman, dan Todd Rivaldo Ferre.
Dari total sembilan gol Timnas Indonesia U-19, hanya dua yang tidak lahir dari aksi Witan, Egy, dan Rivaldo. Gol tersebut hasil kreasi Lutfi Kamal dan Saddil Ramdani. Jadi, menarik untuk melihat seberapa penting ketiga pemain tersebut ditilik dari catatan statistik.
Witan Sulaeman
Witan Sulaeman menjadi salah satu pemain kunci yang begitu diandalkan oleh Indra Sjafri. Pemain berusia 17 tahun tersebut bahkan seperti mendapat peran istimewa dari Indra. Witan bisa bergerak bebas di lini serang, bukan hanya dari satu sisi lapangan.
Pemain kelahiran Palu tersebut jadi salah satu pemain yang selalu dimainkan sejak menit pertama oleh Indra dari tiga laga yang sudah dijalani oleh Timnas Indonesia U-19. Total menit bermain yang didapatkan oleh Witan yakni: 269 menit, seperti yang dikutip dari situs resmi AFC.
Witan menjadi salah satu penyumbang gol paling banyak untuk Timnas Indonesia U-19. Witan sudah mencetak tiga gol, atau 89,7 menit/gol. Tiga gol tersebut didapatkan hanya dari lima kali tendangan ke gawang saja. Akurasi tendangan Witan pun mencapai 83,3 persen.
Peran Witan bukan hanya soal penyerangan saja. Sebab, dia juga terlibat aktif dalam membantu pertahanan. Witan tercatat melakukan dua kali tekel sukses, dari empat tekel yang dilakukan. Witan juga melakukan lima pelanggaran dari tiga laga yang sudah dimainkan.