Hasto: Jokowi, Megawati, dan PDIP Paling Banyak Diserang Hoaks

Meski mendapat serangan di media sosial seperti itu, PDIP tak mengeluarkan serangan balik.

oleh Putu Merta Surya PutraDiterbitkan 26 September 2018, 19:53 WIB
Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto saat menyampaikan keterangan di Jakarta, Rabu (18/7). Keterangan terkait daftar nama bacaleg yang diajukan PDIP ke KPU Pusat pada Selasa (17/7). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan serangan hoaks lebih banyak menyasar kepada pihaknya. Kabar hoaks itu acap mengena Jokowi serta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Hal itu disampaikan Hasto saat bertemu Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo). Turut hadir dalam acara itu para caleg-caleg partai berlambang banteng bermoncong putih ini, di antaranya Putra Nababan Dapil DKI Jakarta I, Rahmat Sahid Dapil Jateng VII, dan Kapitra Ampera Dapil Riau ll.

"Pak Jokowi, Ibu Mega dan PDIP yang menerima fitnah paling banyak. Mungkin karena partainya yang digencet sejak zaman Orde Baru tidak lenyap-lenyap," ucap Hasto di DPP PDIP, Jakarta, Rabu (26/9/2018).

Meski mendapat serangan di media sosial seperti itu, pihaknya tak mengeluarkan serangan balik. Dia menuturkan menyikapi dengan positif.

"Kami tidak ahli bermain kata. Jadi kami selalu berpikir positif," tutur Hasto.

PDIP menegaskan, akan terus berkampanye positif. Sebagaimana diinstruksikan oleh Jokowi-Ma'ruf.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

Tak Lakukan Hal Negatif

Sekjen PDIP Hasto Kristianto (tengah) bersama para sekjen partai pendukung capres dan cawapres Jokowi-Ma'ruf menunjukkan dokumen saat melaporkan dana awal kampanye Pilpres 2019 di Gedung KPU, Jakarta, Sabtu (22/9). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

"Kami tidak akan melakukan hal-hal yang negatif. Kami punya komite disiplin. Di dalam tim kampanye Pak Jokowi-Kiai Ma'ruf, kami telah menugaskan direktorat hukum dan advokasi juga untuk membentuk tim hukum untuk menjaga disiplin seluruh tim kampanye," kata Hasto.

Sementara itu, Kapitra Ampera meminta semua pihak untuk berhenti menyebarkan hoaks. Karena sudah saatnya membangun kesatuan umat.

"Ini bukan wujud peradaban Indonesia yang menuju kepada kesatuan umat manusia. Stop hoaks, ini waktu untuk menyetop fitnah," tegas Kapitera.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya