Orangutan, Kerabat Dekat Manusia yang Kerap Dianiaya
Istilah orangutan diambil dari Bahasa Melayu yang berarti manusia yang tinggal di hutan. Mamalia ini memiliki kekerabatan dekat dengan manusia pada tingkat kingdom animalia, dengan tingkat kesamaan DNA 96,4 persen.
oleh Liputan6Diterbitkan 24 November 2011, 15:52 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Miris. Belakangan, mencuat berita rumah orangutan yang dirampas manusia untuk perkebunan dan permukiman, penghuninya dianiaya dan dibunuh lantaran dianggap sebagai hama. Populasi satwa langka ini pun terancam punah.
Sejumlah orangutan diperlakukan tak manusiawi di luar negeri. Seperti menjadi tontonan sirkus, dijadikan binatang aduan oleh mafia judi, hingga korban prostitusi di Negeri Gajah Putih. Di kasus terakhir, bulu orangutan betina dicukur dan diperlakukan layaknya seorang perempuan.
Istilah orangutan diambil dari Bahasa Melayu yang berarti manusia yang tinggal di hutan. Mamalia ini memiliki kekerabatan dekat dengan manusia pada tingkat kingdom animalia, dengan tingkat kesamaan DNA 96,4 persen.Foto dok. Liputan6.com
Spesies orangutan hanya ada dua, orangutan Sumatra (Pongo Abelii), dan orangutan Kalimantan (Pongo Pygmaeus). Kendati, keturunan Orangutan Sumatra dan Kalimantan berbeda sejak dua juta tahun lalu. Selain mamalia, hewan ini juga termasuk primata dan vertebrata--hewan bertulang belakang.
Orangutan juga masih termasuk dalam spesies kera besar seperti gorila dan simpanse. Golongan kera besar yang masuk dalam klasifikasi mamalia, memiliki ukuran otak yang besar, mata yang mengarah ke depan, dan tangan yang dapat menggenggam. Lebih jauh, mari mengenal orangutan lebih dekat...
Tanya (T): Di mana orangutan hidup?
Jawab (J): Habitat asli orangutan berada di Sumatra, Kalimantan, Sarawak. Orangutan selalu berada di atas pohon dan jarang turun ke tanah.
T: Apa makanan orangutan?
J: Makanan utama orangutan adalah tanaman dan serangga. Rinciannya, buah (60 %), daun muda (25 %), bunga serta kulit kayu (10 %), dan semut, rayap, plus jangkrik (5 %).
T: Apa yang tidak dimakan oleh orangutan?
J: Orangutan tidak memakan ikan dan daging sama sekali.
T: Apakah orangutan termasuk binatang nocturnal (aktif di malam hari)?
J: Orangutan tidak termasuk jenis binatang nocturnal. Mereka aktif pada siang hari dan beristirahat, seperti membuat sarang di malam hari.
T: Berapa lama orangutan dapat hidup?
J: Rata-rata usia orangutan bisa mencapai 45-50 tahun bila hidup di alam liar. Sedangkan jika di kebun binatang atau tempat rehabilitasi, usia orangutan bisa mencapai hingga 65 tahun.
T: Bagaimana orangutan bersuara?
J: Sebenarnya, mencicit adalah cara orangutan untuk berkomunikasi. Bayi orangutan menangis seperti bayi manusia pada umumnya, dan anak orangutan terkadang berteriak sambil melemparkan sesuatu. Orangutan yang berusia remaja mampu membuat suara panjang, sekitar lebih dari satu menit, menyerupai bunyi "grumph". Bunyi tersebut dapat didengar hingga sejauh 300 meter di dalam hutan. Sementara orangutan jantan dewasa dapat membuat seruan lebih panjang lagi. Suara ini sangat keras dan mampu terdengar hingga satu kilometer.
Foto dok. Liputan6.com
T: Seberapa besarkah postur orangutan?
J: Berat bayi orangutan mencapai sekitar 0,5 kilogram pada saat lahir. Betina dewasa mampu memiliki tinggi badan hingga 1,3 meter, dengan berat tubuh sampai 45 kg. Sedangkan orangutan jantan mampu mencapai tinggi sampai 1,8 meter dan berat badan 120 kg.
T: Apa perbedaan antara orangutan jantan dengan orangutan betina?
J: Orangutan jantan dewasa berukuran lebih besar daripada betina. Sesuai perkembangan tubuh yang membesar, wajah orangutan pun akan berubah drastis ketika beranjak dewasa. Orangutan jantan dominan memiliki bantalan pipi (cheek pads) dan kantung suara (throat poach) di bawah dagunya.
T: Berapa banyak induk dapat melahirkan bayi dalam satu waktu?
J: Induk orangutan lazim melahirkan satu bayi. Sangat jarang induk orangutan mampu melahirkan bayi kembar. Masa kehamilann orangutan sama dengan manusia, yaitu sekitar sembilan bulan.
T: Kapan bayi orangutan berpisah dari ibunya?
J: Bayi orangutan tinggal bersama induknya hingga mencapai usia 6-7 tahun. Tak heran bila hubungan antara ibu dan anak ini amatlah dekat. Bayi orangutan bakal menyusu selama tiga tahun lamanya, sambil mempelajari jenis pakan lainnya di hutan. Induk orangutan akan mengajari anak-anaknya berbagai hal untuk dapat bertahan hidup di hutan.
T: Apakah orangutan hidup berkelompok?
J: Tidak. Orangutan dewasa banyak menghabiskan masa hidupnya sendirian. Dia tidak membentuk kelompok seperti keluarga kera besar lainnnya. Pengecualiannya adalah pada bayi dan orangutan yang masih akan tinggal bersama induknya sampai usia tertentu.
T: Pada usia ke berapa orangutan akan disebut mencapai usia dewasa?
J: Betina sudah bisa mempunyai bayi pada usia 9-12 tahun. Sementara orangutan jantan mulai memasuki usia dewasanya pada umur 9-15 tahun.Wajah orangutan jantan akan ditumbuhi janggut dan bantalan pipinya mulai membesar. Bantalan pipi dan kantung suara kadang baru akan muncul hingga usia lebih dari 20 tahun, atau bahkan tidak ada sama sekali.
T: Apakah orangutan memiliki rumah?
J: Orangutan memiliki "rumah" dalam bentuk sarang untuk beristirahat pada malam hari.
T: Lantas, di manakah orangutan tidur?
J: Orangutan tidur di dalam sarang, biasanya satu sarang baru setiap malam hari. Mereka membangun sarangnya di antara percabangan pohon dengan sangat baik. Bentuknya sangat bagus hingga menyerupai sebuah keranjang yang sangat besar. Terkadang ukuran diameter sebuah sarang orangutan dapat mencapai lebih dari satu meter. Orangutan kadang juga membuat sarang pada saat siang hari untuk isatirahat atau bermain di dalamnya. Bahkan induk orangutan dan anaknya bisa membuat sarang 2-3 kali dalam sehari. Sarang ini juga digunakan untuk sarana melahirkan sang bayi. Foto dok. Liputan6.com
T: Benarkah orangutan berbahaya atau agresif?
J: Secara umumnya dapat disebut orangutan tidak berbahaya maupun agresif. Orangutan dapat menjadi agresif tergantung dari perlakuan yang diterimanya selama dia dipelihara. Orangutan bisa enam kali lebih kuat daripada manusia dan memiliki empat anggota pergerakan, serta gigitannya sangat keras. Normalnya, orangutan adalah satwa yang sangat lembut. Bahkan jika orangutan jantan dewasa bertemu dengan jantan dewasa lainnya, mereka akan saling menghindari pertengkaran dengan cara saling memandangi satu sama lain. Jika usaha ini tak berhasil, barulah mereka berkelahi.
T: Apakah orangutan memiliki predator?
J: Ya. Meski hanya sedikit, musuh utama orangutan adalah manusia. Macan tutul dan harimau Sumatra adalah predator alami orangutan.
T: Mengapa orangutan terancam punah?
J: Pertama, manusia sudah menghancurkan hutan sebagai habitat asli orangutan. Kedua, masa reproduksi orangutan sangatlah lamban. Orangutan betina hanya melahirkan satu kali dalam kurun waktu 6-7 tahun di alam liar.
T: Apakah yang dimaksud dengan pusat rehabilitasi?
J: Pusat rehabilitasi adalah kawasan yang didirikan untuk menampung orangutan bekas peliharan dari hasil penyitaan maupun serahan masyarakat. Tujuan pusat rehabilitasi adalah untuk mengajarkan orangutan cara-cara bertahan hidup di hutan, agar bisa dikembalikan ke habitat aslinya. (EPN)