Gerindra: Dukungan Demokrat ke Prabowo-Sandi Luar Biasa

Beberapa kader Demokrat memutuskan untuk menyeberang, mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf.

oleh Liputan6.com diperbarui 12 Sep 2018, 06:45 WIB
Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono berjabat tangan menyambut kedatangan Ketua Umum Gerinda, Prabowo Subianto di kediaman SBY di Cikeas, Bogor pada 27 Juli 2017. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, dukungan Partai Demokrat kepada pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandi sangat luar biasa. Walaupun, beberapa kader Demokrat mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf.

Gerindra juga tak merasa Demokrat berdiri di dua kaki dalam Pilpres 2019.

"Kami merasa support dan dukungan Pak SBY dan kader Demokrat ke Pak Prabowo-Sandi luar biasa," kata Muzani, di rumah Prabowo di Jalan Kertanegara Nomor IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa 11 September 2018 malam.

Prabowo, lanjut dia, juga telah mendapat penjelasan terkait kader Demokrat yang mendukung Jokowi-Ma'ruf. Prabowo memahami keputusan politik para kader Demokrat tersebut. Hal itu dinilai sebagai sesuatu yang wajar dalam demokrasi.

"Jadi pembelahan partai terjadi dalam pemilihan bupati, wali kota, gubernur selalu ada. Karena pemilihan kepala daerah adalah gabungan antara pemilihan figur dan parpol. Karena pemilihan figur dan parpol, selalu saja orang oleh partai yang sama atau yang bersangkutan berbeda pilihan," ujar Muzani.

Perbedaan pilihan di kader Demokrat ini, lanjut dia, banyak sebabnya. Misalnya ada hubungan saudara dengan figur yang berbeda dengan parpolnya atau ada kepentingan yang berbeda.

"Itulah yang menyebabkan pembelahan tidak dapat dihindari. Sehingga dalam setiap pemilihan kepala daerah ada partai yang solid hampir tidak ada dalam catatan kami, termasuk dalam Pilpres. Sejak pemilihan langsung 2004, 2009, 2014 itu tidak ada parpol yang solid dalam Pilpres," jelasnya.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

2 dari 2 halaman

Tak Akan Memaksa

Muzani mengatakan Prabowo sangat memahami itu sebagai sebuah keadaan demokrasi. Pihaknya pun tak bisa memaksa pilihan-pilihan pribadi seseorang.

"Pak Prabowo juga sama sekali tidak memaksa gubernur dari Gerindra yang kita usung harus menentukan pilihan politiknya," kata Muzani.

Kader Gerindra yang menang dalam Pilkada serentak lalu didorong untukmenjalankan fungsinya yaitu memberikan pelayanan kepada masyarakat. Termasuk melaksanakan janji selama kampanye.

"Kita tidak minta dia masuk dalam tim sukses," ujarnya.

"Kalau dalam pengusungan presiden kami tidak akan tarik-tarikan dia ke hal itu. Karena itu menjadi gawe kami dan seterusnya," lanjut Muzani.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya