Pesilat Indonesia Yolla Primadona Jumpil dan Hendy beraksi dalam nomor seni ganda putra Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta, Senin (27/8). Tim silat Indonesia meraih medali emas dengan skor 580. (Merdeka.com/Arie Basuki)
Pesilat Indonesia Yolla Primadona Jumpil dan Hendy menampilkan jurus dalam nomor seni ganda putra Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat, TMII, Senin (27/8). Tim silat Indonesia meraih medali emas dengan skor 580. (Merdeka.com/Arie Basuki)
Pesilat Indonesia Yolla Primadona Jumpil dan Hendy beraksi dalam nomor seni ganda putra Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta, Senin (27/8). Tim silat Indonesia meraih medali emas dengan skor 580. (Merdeka.com/Arie Basuki)
Pesilat Indonesia Yolla Primadona Jumpil dan Hendy menampilkan jurus dalam nomor seni ganda putra Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat, TMII, Senin (27/8). Tim silat Indonesia meraih medali emas dengan skor 580. (Merdeka.com/Arie Basuki)
Pesilat Indonesia Yolla Primadona Jumpil dan Hendy beraksi dalam nomor seni ganda putra Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta, Senin (27/8). Tim silat Indonesia meraih medali emas dengan skor 580. (Merdeka.com/Arie Basuki)
Pesilat Indonesia Yolla Primadona Jumpil dan Hendy membawa bendera setelah memenangi nomor seni ganda putra Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat, TMII, Senin (27/8). Tim silat Indonesia menyabet medali emas dengan skor 580. (Merdeka.com/Arie Basuki)
Pesilat Indonesia Yolla Primadona Jumpil dan Hendy berpose usai upacara penyerahan medali nomor seni ganda putra Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat, TMII, Senin (27/8). Yolla dan Hendy menyabet medali emas dengan skor 580 (Merdeka.com/Arie Basuki)
Pesilat Indonesia Yolla Primadona Jumpil dan Hendy berpose usai upacara penyerahan medali nomor seni ganda putra Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat, TMII, Senin (27/8). Yolla dan Hendy menyabet medali emas dengan skor 580 (Merdeka.com/Arie Basuki)