Lagi, Presiden Hugo Chavez Dituntut Mundur

Presiden Venezuela Hugo Chavez dituntut mundur karena dinilai lambat menanggapi kehendak rakyat. Kebijakan yang dikeluarkan Chavez kerap bertentangan dengan pebisnis, pekerja, dan militer.

oleh Liputan6Diterbitkan 17 Juni 2002, 08:54 WIB
Liputan6.com, Caracas: Ribuan warga Kota Caracas, Venezuela berunjuk rasa menuntut Presiden Hugo Chavez mundur dari jabatannya, pekan ketiga Juni ini. Mereka menilai, Chavev lambat menanggapi aspirasi rakyat. Presiden juga dianggap tak dapat membendung berbagai aksi pemberontakan yang marak terjadi akhir-akhir ini.

Menurut para pengunjuk rasa, sejak terpilih pada 1998, kebijakan Chavez sering bertentangan dengan kalangan bisnis, serikat pekerja, termasuk pejabat militer. Hal itu membuat situasi ekonomi dan politik serba tak pasti. Karena itulah, selain membawa spanduk, peserta demonstrasi juga membawa keledai sebagai simbol kelambatan pemerintahan Chavez. Mereka berteriak-teriak di sepanjang jalanan kota Caracas. Tak ada insiden dalam aksi tersebut.

Pada 12 April silam, Chavez juga pernah dituntut mundur karena dianggap telah mengabaikan kewajibannya terhadap rakyat Venezuela dan menyebabkan kerusuhan terjadi di Caracas yang menewaskan enam warga. Namun, dua hari setelah itu, Chavez kembali berkuasa di negara pengekspor minyak terbesar kelima di dunia itu [baca: Hugo Chavez Kembali Berkuasa di Venezuela].(MTA/Idr)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya