Liputan6.com, Jakarta: Kerajinan penjor atau umbul-umbul janur tanda berlangsungnya pernikahan bisa jadi gantungan hidup buat perajinnya di Jakarta, baru-baru ini. Sebut saja Marino, perajin penjor yang berdagang di Pasar Kembang, Rawa Belong, Jakarta Barat. Marino mengaku, dalam sepekan dia mendapat pesanan rata-rata 20 buah penjor. Dengan keuntungan bersih sekitar Rp 100 ribu per buah, itu berarti Marino bisa meraih keuntungan bersih sekitar Rp 8 juta setiap bulan.
Marino mengatakan, jumlah pesanan penjor ini bervariasi sepanjang tahun. Pada bulan puasa atau Suro, pesanan penjor biasanya turun drastis. Pasalnya, pada bulan-bulan itu jarang sekali orang melangsungkan pernikahan. Itulah sebabnya, pada masa-masa tersebut para perajin penjor biasanya pulang kampung.(ZAQ/Miko Toro dan Joni Akbar)
Marino mengatakan, jumlah pesanan penjor ini bervariasi sepanjang tahun. Pada bulan puasa atau Suro, pesanan penjor biasanya turun drastis. Pasalnya, pada bulan-bulan itu jarang sekali orang melangsungkan pernikahan. Itulah sebabnya, pada masa-masa tersebut para perajin penjor biasanya pulang kampung.(ZAQ/Miko Toro dan Joni Akbar)