Kepolisian Harus Klarifikasi Hubungannya dengan Freeport

taf khusus Presiden Bidang Otonomi Daerah, Velix Wanggai mengatakan bahwa Kepolisian harus menjelaskan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengenai hubungannya dengan PT. Freeport.

oleh Liputan6Diterbitkan 29 Oktober 2011, 18:31 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Staf khusus Presiden Bidang Otonomi Daerah, Velix Wanggai mengatakan bahwa  Kepolisian harus menjelaskan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengenai hubungannya dengan PT. Freeport. Hal tersebut menyusul adanya kucuran dana liar  sebesar 14 Juta US Dollar ke TNI dan Polri.

"Belum ada pandangan dari istana tapi kita serahkan kepada pihak Kepolisain untuk memberikan pandangan tentang hubungan Kepolisian dan PT. Freeport,"ujar Velix saat ditemui usai acara diskusi Polemik di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (29/10).

Lebih lanjut Velix menjelaskan, kepolisian harus menerangkan apa yang terjadi sebenarnya antara pola kerja penjagaan terhadap aset-aset vital negara, lantaran menurutnya  Freeport dikategorikan sebagai usaha strategi dan aset vital nasional.

Sebelumnya tudingan bisnis keamanan yang dilakukan Polri dengan Freeport Indonesia makin keras. Sebelumnya, politisi PKB Lily Wahid menyatakan TNI dan Polri menerima setoran hingga US$ 14 juta dari Freeport. Kemudian, dugaan tersebut dikuatkan oleh temuan KontraS yang menyebut tiap anggota Polri memperoleh honor hingga Rp 1,2 juta/ bulan. (ARI)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya